kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bukan Gencatan Senjata, Israel Bersedia Berikan Jeda Kecil untuk Pengiriman Bantuan


Selasa, 07 November 2023 / 11:54 WIB
ILUSTRASI. Payung berwarna bendera Palestina berdiri di dekat bendera Israel selama protes terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia mengunjungi Inggris, di London, Inggris 24 Maret 2023.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Senin (6/11) menyatakan bersedia memberikan jeda kecil pada perang di Gaza, bukan gencatan senjata.

Jeda kecil ini diberikan Netanyahu untuk memperlancar masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza serta mempercepat proses evakuasi warga sipil.

"Tidak akan ada gencatan senjata, gencatan senjata umum, di Gaza tanpa pembebasan sandera kami. Sejauh jeda taktis, satu jam di sini, satu jam di sana. Kita pernah melakukan ini sebelumnya," kata Netanyahu dalam wawancara dengan ABC News.

Dalam wawancara itu Netanyahu juga menegaskan bahwa jeda kecil itu harus digunakan Hamas untuk membebaskan sandera.

Untuk saat ini belum ada tanggapan dari pihak Hamas terkait permintaan dari Netanyahu tersebut.

Baca Juga: Sekjen PBB: Gaza Menjadi Kuburan untuk Anak-Anak

Setidaknya 10.022 warga Palestina, termasuk lebih dari 4.100 anak-anak, telah terbunuh di Gaza selama perang yang telah berlangsung selama sebulan tersebut. 

Netanyahu membantah laporan jumlah korban tewas tersebut, dengan mengatakan bahwa jumlah tersebut termasuk beberapa ribu pejuang Palestina. Netanyahu juga menuduh Hamas menggunakan penduduk Gaza sebagai tameng manusia.

Netanyahu juga mengatakan Israel akan menjaga keamanan Gaza setelah perang selesai. Menurutnya, Israel memikul tanggung jawab keamanan secara keseluruhan.

Baca Juga: Militer Israel Serang Wilayah Sekitar Rumah Sakit di Gaza Selama Lebih dari Satu Jam

"Ketika kita tidak mempunyai tanggung jawab keamanan, yang kita alami adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak dapat kita bayangkan," kata Netanyahu.

Saat ini militer Israel mengklaim telah berhasil merebut kompleks milik Hamas dan siap menyerang militan Palestina tersebut di terowongan bawah tanah yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan bahwa Hamas menempatkan pasukan dan senjata di sekitar sekolah, masjid, rumah, dan fasilitas PBB.

Militer Israel juga mengklaim telah mengepung Kota Gaza dan mengerahkan tank dan pasukan darat lainnya. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×