Bukan Uang, Ghana Berencana Membeli Minyak AS dengan Emas

Jumat, 25 November 2022 | 13:45 WIB Sumber: Reuters
Bukan Uang, Ghana Berencana Membeli Minyak AS dengan Emas

ILUSTRASI. Batangan emas dari lemari besi bank terlihat dalam gambar ilustrasi yang diambil di Zurich 20 November 2014.


KONTAN.CO.ID - ACCRA. Pemerintah Ghana sedang mengatur rencana agar bisa membeli minyak dari AS dengan emas, bukan mata uang dolar. Rencana ini diumumkan langsung oleh Wakil Presiden Ghana, Mahamudu Bawumia, di halam Facebook pribadinya pada hari Kamis (24/11).

"Kebijakan baru ini akan secara mendasar mengubah neraca pembayaran kita dan secara signifikan mengurangi depresiasi mata uang kita yang terjadi terus-menerus," kata Bawumia, seperti dikutip Reuters.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengatasi jumlah cadangan mata uang asing yang mulai menipis. Permintaan dolar oleh importir minyak juga terus melemahkan nilai mata uang Ghana, cedi.

Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan biaya hidup masyarakat secara luas.

Baca Juga: OPEC: Industri Migas Dunia Butuh Investasi Hingga Rp 187 Kuadriliun

Pengumuman Bawumia disampaikan saat Menteri Keuangan, Ken Ofori-Atta, mengumumkan langkah-langkah untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dalam upaya mengatasi krisis utang yang meningkat.

Dalam presentasi anggaran 2023 kepada parlemen pada hari Kamis, Ofori-Atta memperingatkan bahwa Ghana berpotensi tinggi mengalami tekanan utang.

Depresiasi nilai cedi pun telah secara serius memengaruhi kemampuan Ghana untuk mengelola utang publiknya.

Per akhir September 2022, Cadangan Internasional Bruto Ghana mencapai sekitar US$6,6 miliar. Jumlah itu turun dari sekitar US$9,7 miliar yang mereka miliki akhir tahun lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Ditutup Turun Tipis, Simak Sentimennya

Bawumia percaya menggunakan emas sebagai alat tukar bisa mengurangi ketergantungan importir pada mata uang asing.

"Menggunakan emas akan mencegah nilai tukar berdampak langsung pada harga bahan bakar atau utilitas, karena penjual domestik tidak lagi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor produk minyak. Barter emas untuk minyak merupakan perubahan struktural utama," lanjutnya.

Rencana kebijakan dari Ghana ini bukan hal yang biasa. Dalam beberapa kasus, negara terkadang menukar minyak dengan barang atau komoditas lain.

Kesepakatan seperti itu pun biasanya melibatkan negara penghasil minyak yang menerima barang non-minyak, bukan sebaliknya.

Ghana memang memproduksi minyak mentah, tetapi masih sangat bergantung pada  impor untuk produk minyak sulingan. Kondisi ini mulai terjadi sejak satu-satunya kilang minyak mereka ditutup tahun 2017 akibat insiden ledakan.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru