kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Buntut ledakan mengerikan Beirut, PM Lebanon mengundurkan diri


Selasa, 11 Agustus 2020 / 07:12 WIB
ILUSTRASI. Dampak ledakan dahsyat di gudang pelabuhan kota Beirut. REUTERS/Mohamed Azakir TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut pengumuman yang disiarkan televisi lokal, Presiden Lebanon Michel Aoun menerima pengunduran diri itu dan meminta pemerintah Diab -yang dibentuk pada Januari dengan dukungan dari kelompok Hizbullah Iran yang kuat dan sekutunya- untuk tetap sebagai juru kunci sampai kabinet baru terbentuk.

Di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mengatakan ledakan itu telah memicu apa yang disebutnya "revolusi," tetapi tidak berkomentar lebih lanjut.

Baca Juga: Pemimpin Hezbollah bantah pihaknya terlibat dalam ledakan di Lebanon

Menjelang pengumuman Diab, aksi demonstrasi meletus untuk hari ketiga di pusat kota Beirut, dengan beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah pasukan keamanan yang menjaga pintu masuk menuju gedung parlemen. Pasukan keamanan ini langsung menanggapinya dengan gas air mata.

Bagi banyak orang Lebanon biasa, ledakan itu adalah pukulan terakhir dalam krisis berkepanjangan atas keruntuhan ekonomi, korupsi, pemborosan, dan pemerintahan yang tidak berfungsi. Itu sebabnya, mereka turun ke jalan menuntut perubahan secara keseluruhan.

Baca Juga: Petaka Beirut dan Regulasi Kimia Reaktif

"Seluruh rezim perlu diubah. Tidak akan ada bedanya jika ada pemerintahan baru," kata Joe Haddad, seorang insinyur Beirut, kepada Reuters. "Kami membutuhkan pemilihan yang cepat."

Sistem pemerintahan mengharuskan Aoun untuk berkonsultasi dengan blok parlemen tentang siapa yang harus menjadi perdana menteri berikutnya, dan dia berkewajiban untuk menunjuk kandidat dengan tingkat dukungan terbesar di antara anggota parlemen.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×