Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Australia bergerak datar pada perdagangan Selasa (21/4/2026), seiring pelaku pasar menanti perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran menjelang tenggat gencatan senjata.
Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 tercatat stagnan di level 8.956,70 pada awal sesi, setelah mencatat kenaikan tipis pada perdagangan sebelumnya.
Sektor keuangan menjadi penopang utama, dengan saham Commonwealth Bank of Australia naik 0,6% dan ANZ Group menguat 1%.
Baca Juga: Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos Gagal, Regulator AS Minta Investigasi Menyeluruh
Sementara itu, National Australia Bank masih melanjutkan pelemahan tipis akibat kekhawatiran dampak volatilitas pasar yang dipicu konflik global.
Di sektor pertambangan, saham Rio Tinto naik 0,5% setelah melaporkan penjualan bijih besi kuartal I yang lebih kuat, didorong produksi dari Pilbara. Kinerja ini turut mendorong indeks pertambangan naik 0,2%.
Namun, penguatan sektor tambang tertahan oleh saham produsen emas seperti Northern Star Resources dan Evolution Mining yang masing-masing turun 1,3% dan 1,7%, seiring harga emas yang melemah ke level terendah dalam sepekan.
Saham produsen logam tanah jarang Lynas Rare Earths sempat anjlok hingga 4,3% setelah memperingatkan potensi kenaikan harga material akibat konflik Timur Tengah, meskipun pendapatan kuartal III perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat.
Baca Juga: Pangkalan Militer AS di Filipina Terbatas, Ini Penyebab Utamanya!
Sektor energi turut tertekan, dengan indeks energi turun 0,7%. Saham raksasa migas Woodside Energy dan Santos masing-masing melemah 0,7% dan 0,5%.
Di sisi lain, saham peritel bahan bakar Viva Energy naik 2,4%, sebagian pulih dari kejatuhan 9,1% pada hari sebelumnya akibat kebakaran besar di kilang Geelong.
Sektor teknologi mencatat penguatan 1%, ditopang kenaikan saham perusahaan perangkat lunak WiseTech Global sebesar 2,7% dan Xero yang naik 1,6%.
Baca Juga: Jepang Longgarkan Aturan Ekspor Senjata, Buka Peluang Masuk Pasar Global
Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 menguat 0,2% ke level 12.939,89.
Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Selandia Baru bertahan di 3,1% pada kuartal I, lebih tinggi dari ekspektasi penurunan, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini.













