kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.810   -86,39   -1,47%
  • KOMPAS100 753   -11,86   -1,55%
  • LQ45 574   -10,00   -1,71%
  • ISSI 201   -1,88   -0,93%
  • IDX30 325   -5,86   -1,77%
  • IDXHIDIV20 401   -6,87   -1,69%
  • IDX80 86   -1,40   -1,61%
  • IDXV30 108   -1,32   -1,20%
  • IDXQ30 105   -1,79   -1,67%

Bursa Australia Ditutup Naik Senin (29/6), Gencatan Senjata AS-Iran Bikin Lega


Senin, 29 Juni 2026 / 14:37 WIB
Bursa Australia Ditutup Naik Senin (29/6), Gencatan Senjata AS-Iran Bikin Lega
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), didorong kenaikan saham sektor keuangan dan teknologi.

Sentimen positif datang setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menghentikan aksi saling serang serta kembali melanjutkan perundingan, meski pelaku pasar masih berhati-hati karena menilai kesepakatan tersebut masih rapuh.

Baca Juga: UPDATE: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Senin (29/6), Brent ke US$ 72,44

Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 ditutup naik 0,7% ke level 8.823,40. Sebelumnya, indeks tersebut juga menguat 0,2% pada perdagangan Jumat lalu.

Seorang pejabat AS menyatakan Washington dan Teheran sepakat menghentikan permusuhan di kawasan Teluk serta melanjutkan pembicaraan mengenai sengketa di Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut meningkatkan harapan terhadap kelanjutan perjanjian damai sementara yang sebelumnya sempat terguncang oleh aksi saling serang kedua negara.

Meski demikian, investor masih enggan mengambil posisi agresif karena menilai situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya stabil.

"Kepercayaan investor terhadap kesepakatan tersebut masih rendah. Kerusakan infrastruktur akibat serangan belum terselesaikan dan persoalan program nuklir juga belum menemukan titik terang," kata Direktur MPC Markets, Kai Chen.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Fluktuatif di Tengah Meredanya Ketegangan AS-Iran

Menurutnya, selama kesepakatan damai belum benar-benar kuat, volatilitas sektor energi masih akan membayangi pasar dan sentimen di Bursa Australia tetap cenderung berhati-hati.

Di pasar domestik, indeks acuan Australia bergerak dalam kisaran sempit sejak pekan lalu. Bahkan, rilis data inflasi dan ketenagakerjaan belum mampu menjadi katalis yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar.

Chen menambahkan, ruang kenaikan saham Australia dalam jangka pendek masih terbatas. Investor kini menantikan sejumlah katalis baru, termasuk data ketenagakerjaan Australia, arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta stabilitas harga komoditas global.

Dari sisi sektoral, saham sektor keuangan menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 0,8%. Empat bank terbesar Australia masing-masing menguat hingga 1%.

Baca Juga: Kanada Kucurkan Dana C$7 Juta untuk Proyek Tambang Molibdenum di Greenland

Sektor teknologi mencatat kinerja terbaik dengan lonjakan hingga 4,9%, mencapai level tertinggi dalam sepekan.

Saham WiseTech Global melonjak 7,2% setelah investor melakukan aksi beli menyusul penurunan lebih dari 5% pada pekan lalu, yang merupakan pelemahan mingguan terbesar sejak pertengahan Maret.

Saham sektor kesehatan turut menguat 2,1% dan menyentuh posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Sementara itu, indeks saham pertambangan naik 0,8%, didukung kenaikan saham BHP sebesar 1,4%.

Saham sektor energi juga bertambah 0,7%, mengikuti kenaikan harga minyak dunia yang masih didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan akibat ketegangan antara AS dan Iran.

Di kawasan yang sama, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru ditutup naik 0,4% ke level 13.545,56.




TERBARU

[X]
×