kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Bursa Saham Eropa Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi


Kamis, 12 Maret 2026 / 15:32 WIB
Bursa Saham Eropa Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
ILUSTRASI. Minyak melonjak mendekati US$100, memicu kekhawatiran inflasi di Eropa. Simak sektor mana saja yang paling terdampak dan prospek suku bunga ECB. (Tribunnews/Irwan Rismawan)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026) setelah investor menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang memperburuk kekhawatiran inflasi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Indeks acuan kawasan Eropa, STOXX Europe 600 Index, turun 0,5% ke level 599 pada pukul 08.14 GMT. Pelemahan ini menempatkan indeks tersebut di jalur penurunan untuk ketujuh kalinya dalam sembilan sesi perdagangan sepanjang bulan ini.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu pemicu utama tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah kembali melonjak hingga mendekati US$100 per barel setelah kapal-kapal Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak.

Baca Juga: Harga Minyak Terbang Imbas Konflik Iran dan Ancaman Selat Hormuz

Insiden tersebut memperburuk ketegangan yang sudah berlangsung antara Iran dan pasukan Amerika Serikat–Israel, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Bagi kawasan Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak, lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi kembali meningkat apabila harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini juga dapat menambah tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi regional yang saat ini masih tergolong lemah.

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar memperkirakan bank sentral kawasan euro, European Central Bank, akan kembali menaikkan suku bunga pada Juli mendatang. Pasar uang bahkan memperkirakan probabilitas sebesar 85% untuk kenaikan suku bunga tambahan hingga Desember.

Dari sisi sektoral, saham perbankan yang sensitif terhadap kondisi ekonomi memimpin pelemahan pasar. Indeks sektor bank Eropa turun sekitar 1,1%. Sebaliknya, meningkatnya ketegangan geopolitik justru mendorong saham sektor pertahanan naik sekitar 1,3%.

Baca Juga: AS Lepaskan 172 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis untuk Tekan Harga Energi

Di level emiten, saham produsen mobil Jerman BMW melemah 2,3% setelah perusahaan memperkirakan laba sebelum pajak grup akan turun moderat pada tahun ini, sementara pengiriman kendaraan diproyeksikan stagnan.

Sebaliknya, saham Daimler Truck menguat 0,7% setelah perusahaan memproyeksikan margin laba bisnis industrinya pada 2026 akan relatif stabil.

Secara keseluruhan, sektor otomotif Eropa masih berada di zona merah dengan penurunan sekitar 1,2%, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dampak lanjutan dari lonjakan harga energi.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×