kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Bursa Saham Eropa Rontok, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi


Senin, 09 Maret 2026 / 15:43 WIB
Bursa Saham Eropa Rontok, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
ILUSTRASI. Pasar Eropa tertekan tajam! Lonjakan harga minyak hingga 25% picu inflasi dan konflik geopolitik. Simak dampaknya pada portofolio Anda. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Eropa mengalami tekanan tajam pada awal pekan ini. Bursa regional tersebut jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada Senin, dipicu lonjakan harga minyak dunia yang memperburuk kekhawatiran inflasi di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Indeks acuan pan-Eropa STOXX Europe 600 kembali melemah untuk sesi ketiga berturut-turut. Hingga pukul 08.10 GMT, indeks tersebut turun 2,34% ke posisi 585,08 poin. Penurunan ini memperpanjang kerugian pekan lalu ketika indeks yang sama merosot sekitar 5,5%, mencatat kinerja mingguan terburuk dalam hampir satu tahun terakhir.

Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Tekanan pasar dipicu oleh lonjakan harga minyak global yang melonjak lebih dari 25%. Harga minyak mendekati level 120 dolar AS per barel seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan jalur pengiriman energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Jepang Siapkan Langkah Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi

Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, untuk posisi pemimpin tertinggi Iran. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali kuat di Teheran, yang berpotensi memperpanjang ketegangan regional.

Sektor Perbankan dan Teknologi Pimpin Penurunan

Di bursa Eropa, sektor perbankan menjadi salah satu yang paling terpukul. Indeks sektor bank Eropa STOXX Europe 600 Banks turun sekitar 3,2%, memperpanjang aksi jual besar yang telah terjadi sejak pekan lalu.

Sementara itu, sektor teknologi juga mengalami tekanan signifikan. Indeks teknologi Eropa STOXX Europe 600 Technology tercatat turun 3,1%.

Saham maskapai penerbangan turut melemah di tengah meningkatnya biaya energi. Maskapai Jerman Lufthansa turun 3,9%, sedangkan Air France-KLM merosot lebih dalam hingga 5,2%.

Sektor Energi dan Pertahanan Menguat

Di tengah tekanan luas di pasar, sektor energi justru mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak. Indeks sektor energi Eropa STOXX Europe 600 Oil & Gas naik tipis sekitar 0,1%.

Saham perusahaan pertahanan Italia Leonardo juga mencatat kenaikan sebesar 1,4%, mencerminkan meningkatnya minat investor pada saham industri militer di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil.

Baca Juga: Kunjungan Perdana Menteri Taiwan ke Jepang Picu Kecaman China

Pasar Menanti Sinyal dari Bank Sentral Eropa

Pelaku pasar kini menantikan pernyataan dari Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, yang diperkirakan akan memberikan pandangan terbaru mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan moneter.

Selain itu, anggota dewan ECB Piero Cipollone bersama para menteri keuangan zona euro dijadwalkan berbicara dalam pertemuan Eurogroup pada hari yang sama. Pernyataan mereka diperkirakan akan menjadi perhatian utama investor untuk menilai arah kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan ketidakpastian global.

Dengan kombinasi faktor geopolitik, lonjakan harga energi, dan kekhawatiran inflasi, volatilitas di pasar saham Eropa diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×