kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.851   -45,30   -0,77%
  • KOMPAS100 758   -6,35   -0,83%
  • LQ45 578   -5,60   -0,96%
  • ISSI 202   -0,51   -0,25%
  • IDX30 328   -3,32   -1,00%
  • IDXHIDIV20 403   -4,27   -1,05%
  • IDX80 86   -0,70   -0,80%
  • IDXV30 109   -0,63   -0,58%
  • IDXQ30 106   -1,13   -1,06%

Cemas permintaan AS melorot, harga minyak turun 1,7%


Sabtu, 05 Februari 2011 / 08:01 WIB
ILUSTRASI. Bill Gates


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Kontrak harga minyak dunia melorot 1,7% kemarin. Kondisi itu terjadi setelah data yang dirilis pemerintah AS menunjukkan penambahan lapangan kerja di Negeri Paman Sam itu pada Januari lalu berada di bawah prediksi analis. Hal itu menimbulkan kecemasan baru kalau permintaan minyak di AS akan melorot.

Asal tahu saja, data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah penambahan lapangan kerja baru di AS pada bulan lalu hanya 36.000. Sementara, hasil survei Bloomberg memprediksi penambahan sebanyak 146.000. Selain itu, data Departemen Energi menunjukkan, cadangan bensin AS melonjak ke level tertinggi dalam 18 tahun terakhir akibat melorotnya permintaan.

"Pasar bensin saat ini diberatkan oleh harga minyak mentah. Data pengangguran yang dirilis menunjukkan hanya sedikit warga AS yang mendapat kerja ketimbang prediksi. Kondisi ini menimbulkan kecemasan baru akan permintaan minyak," papar Tim Evans, energy market analyst Citi Futures Perspective di New York.

Catatan saja, kontrak harga minyak untuk pengantaran Maret turun US$ 1,51 ke posisi US$ 89,03 sebarel di New York Mercantile Exchange. Dengan demikian, sepanjang minggu ini, harga minyak sudah turun 0,3% dan sudah melonjak 22% dalam setahun terakhir.




TERBARU

[X]
×