Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - BEIJING. China akan menurunkan tarif impor wiski dari 10% menjadi 5%, sebagai dorongan bagi industri wiski Inggris setelah para pemimpin kedua negara bertemu minggu ini untuk memperbaiki hubungan yang tegang.
Berdasarkan pernyataan Dewan Negara China yang dilansir Reuters, Jumat (30/1/2026), penurunan tarif akan berlaku mulai 2 Februari.
Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang mengumumkan kesepakatan tersebut pada hari Kamis, mengatakan bahwa kesepakatan itu akan bernilai £250 juta (US$ 344,13 juta) bagi eksportir Inggris selama lima tahun ke depan.
Baca Juga: China Akan Terbitkan Obligasi Khusus US$ 29 Miliar untuk Merekapitalisasi Asuransi
Tarif wiski Scotch termasuk di antara hal-hal yang dibahas oleh Starmer dan Presiden China Xi Jinping pada hari Kamis di Beijing, di mana keduanya berjanji untuk meningkatkan kerja sama dalam perdagangan, investasi, dan teknologi.
China mengimpor wiski senilai US$ 445,5 juta pada tahun 2025, di mana 84% berasal dari Inggris, menurut data bea cukai dan perhitungan Reuters.
Beijing pada tahun 2017 telah menetapkan tarif sementara 5% untuk impor wiski, tetapi menghapus ketentuan tersebut untuk tahun 2025, yang secara efektif menaikkan tarif menjadi 10%.
(1 dolar AS = 0,7265 poundsterling)













