kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

China Berjanji Mengendalikan Produksi Baja Pada 2026-2030


Jumat, 26 Desember 2025 / 10:56 WIB
China Berjanji Mengendalikan Produksi Baja Pada 2026-2030
ILUSTRASI. China mengatakan akan terus mengatur produksi baja mentah dan melarang penambahan kapasitas baru ilegal dari tahun 2026 hingga 2030.


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mengatakan akan terus mengatur produksi baja mentah dan melarang penambahan kapasitas baru ilegal dari tahun 2026 hingga 2030.

Mengutip Reuters Jumat (26/12/2025), ada tahun 2021, produsen dan konsumen baja terbesar di dunia ini mengakhiri pertumbuhan produksi baja mentah sebagai bagian dari rencana untuk membatasi emisi karbon.

Pengendalian produksi yang diwajibkan juga terjadi ketika konsumsi baja domestik terpukul oleh penurunan pasar properti yang berkepanjangan, yang menyebabkan industri ini dilanda kelebihan kapasitas.

Baca Juga: Kabinet Jepang Setujui Anggaran US$ 785 Miliar, Janji Akan Kendalikan Utang

Dalam 11 bulan pertama tahun 2025, produksi baja mentah China turun 4% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga total produksi tahunan diperkirakan akan turun di bawah 1 miliar ton, untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

"Industri bahan baku, termasuk baja, saat ini menghadapi masalah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan," kata Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, badan perencana negara, dalam sebuah pernyataan.

"Industri bahan baku perlu memperdalam reformasi sisi penawaran selama Rencana Lima Tahun Kelima Belas (2026-2030)... prinsip 'bertahan hidup yang terkuat' dipromosikan," tambahnya.

Baca Juga: Kuota Ekspor BBM China untuk Gelombang Pertama 2026 Tetap Stabil

Sejak tahun 2023, ekspor baja China tetap kuat, sebagian mengimbangi penurunan permintaan di dalam negeri. Namun, hal itu telah memicu reaksi proteksionis di seluruh dunia dengan diberlakukannya hambatan perdagangan oleh semakin banyak negara yang mengatakan bahwa produk murah China merugikan produsen lokal.

Minggu lalu, Beijing meluncurkan rencana untuk menerapkan sistem perizinan mulai tahun 2026 untuk mengatur ekspor sekitar 300 barang terkait baja.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×