kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

China bisa mengalahkan militer AS di Asia dalam hitungan jam


Minggu, 25 Agustus 2019 / 12:43 WIB
China bisa mengalahkan militer AS di Asia dalam hitungan jam
ILUSTRASI. Kapal selam nuklir China

Sumber: CNN | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Militer Amerika Serikat tidak lagi menjadi kekuatan utama di Asia. Pasalnya kemampuan rudal China yang meningkat pesat dapat membombadir pangkalan militer AS di benua ini dalam hitungan jam.

Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah laporan terbaru dari Pusat Studi Amerika Serikat, Universitas Sidney, Australia. Laporan ini memperingatkan bahwa strategi pertahanan Amerika di kawasan Indo-Pasifik berada dalam pergolakan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Pesawat militer Israel serang pasukan Iran di dekat Damaskus

Selain itu, laporan kebijakan militer AS juga bisa membuat sekutu negeri Paman Sam terpaksa harus berhadapan dengan China.

Hal itu berarti Australia, Jepang, dan sejumlah sekutu AS lainnya perlu membangun dan memfokuskan kembali pasukan mereka di kawasan tersebut sekaligus mempertimbangkan peningkatan kerja sama militer dengan AS.

Dilansir dari CNN, laporan tersebut menyoroti bidang-bidang di mana militer China membuat langkah besar dibandingkan dengan AS dan sekutunya di Asia. 

Baca Juga: Ketegangan antar pemimpin negara meningkat, pertengkaran meletus pada KTT G7 Prancis

"China telah mengerahkan serangkaian rudal presisi yang tangguh dan sistem kontra-intervensi lainnya untuk melemahkan keunggulan militer Amerika," tulis laporan tersebut.

Laporan ini juga menyebut bahwa jumlah rudal yang dimiliki China telah mencapai angka ribuan.

Sementara hampir semua instalasi militer AS di Pasifik Barat, dan juga sekutu-sekutu utamanya, dapat dianggap tidak berguna menghadapi serangan presisi dari rudal milik China.

Saat dimintai komentar, Kementerian Luar Negeri China, mengatakan belum melihat laporan tersebut. Tetapi juru bicara kementerian, Geng Shuang menekankan bahwa kebijakan militer negaranya adalah bersifat defensif.

Baca Juga: Jika tak hentikan perang dagang, China ingatkan konsekuensi yang harus ditanggung AS

"China dengan tegas berada di jalur damai dan kebijakan nasional kami bersifat defensif," kata Geng.

Sebelumnya laporan soal kemampuan militer China juga dibuat oleh Pentagon. Dalam laporan pada November tahun lalu, disebutkan bahwa China memiliki lebih dari 2.000 rudal balistik jarak pendek dan menengah yang dapat mengenai sasaran baik di darat dan laut.



TERBARU

[X]
×