kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

China diduga meningkatkan latihan militer di pulau-pulau sekitar Taiwan


Jumat, 16 Oktober 2020 / 21:29 WIB
China diduga meningkatkan latihan militer di pulau-pulau sekitar Taiwan
ILUSTRASI. Kapal destroyer berpeluru kendali baru milik China

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan mengatakan pengawas lalu lintas udara Hong Kong mengatakan kepada mereka bahwa ada bahaya terkait jalur penerbangan ke pulau-pulau yang dikendalikan Taiwan di Laut Cina Selatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Beijing mungkin mencoba memblokir pulau-pulau kecil di wilayah tersebut.

Ketegangan di Kepulauan Pratas, di bagian utara Laut China Selatan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan China melakukan beberapa latihan militer di dekat kepulauan tersebut. Kepulauan Pratas selama ini dipertahankan oleh Taiwan namun diklaim oleh China.

Pada hari Kamis, Taiwan mengatakan penerbangan sewaan sipil reguler harus membatalkan perjalanannya ke Pratas ketika pengawas lalu lintas udara Hong Kong mengatakan kepada kapten bahwa ada aktivitas berbahaya yang terjadi di bawah ketinggian 26.000 kaki.

Baca Juga: Dianggap tergantung pada BTS, saham Big Hit kembali anjlok 22,3% pada Jumat (16/10)

Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong mengatakan mereka telah memberi tahu pengawas lalu lintas udara Taiwan tentang ketinggian minimum yang aman untuk diamati untuk penerbangan tersebut, dan Taiwan kemudian menjawab bahwa mereka telah membatalkan permintaan untuk memasuki wilayah informasi penerbangan Hong Kong.

Tetapi pada Jumat malam, Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan menerbitkan transkrip lengkap percakapan antara pengawas lalu lintas udara.

"Area bahayanya adalah, sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata pengawas Hong Kong yang menolak menjawab pertanyaan apakah ada latihan militer yang tengah dilakukan.

Ditanya apakah ada NOTAM yang diajukan untuk memperingatkan pilot pesawat tentang potensi bahaya, pengawas Hong Kong menjawab tidak.

Baca Juga: Obama tuding Trump sebagai gejala dan percepatan informasi yang salah

Kemudian saat ditanya apakah akan mengkonfirmasi tidak akan mengizinkan penerbangan masuk, pengawas Hong Kong mengatakan: "Setuju, ketinggian tidak aman untuk bahaya setelah Hong Kong di tingkat ini," kata pengawas Hong Kong.

Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong mengatakan tidak ada yang bisa ditambahkan selain pernyataan awalnya.

Penerbangan Pratas sebagian besar membawa personel pertahanan dan penjaga pantai Taiwan. Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan kepada wartawan bahwa mereka mencoba mencari tahu apakah China berada di balik langkah tersebut.

 

Selanjutnya: Maskapai penerbangan di Eropa ini bisnis kuliner demi cegah PHK

 


Tag

TERBARU

[X]
×