kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.014   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.240   3,61   0,06%
  • KOMPAS100 820   3,66   0,45%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   1,07   0,50%
  • IDX30 350   0,24   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   -0,18   -0,04%
  • IDX80 94   0,49   0,53%
  • IDXV30 119   1,39   1,18%
  • IDXQ30 112   0,06   0,05%

China: Kami tidak akan pernah membiarkan Taiwan merdeka


Senin, 19 April 2021 / 23:35 WIB


Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

Terakhir kali, Jepang dan AS menyebut Taiwan dalam pernyataan semacam itu pada 1969 silam, setelah pertemuan puncak antara Perdana Menteri Jepang Sato Eisaku dan Presiden AS Richard Nixon. 

Itu terjadi sebelum kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik dengan China pada 1970-an.

Penyebutan Taiwan secara langsung dianggap sebagai gangguan parah dalam urusan dalam negeri China, sekaligus mengirimkan sinyal bahwa Jepang dan AS sedang mencoba untuk menantang kemungkinan langkah Beijing untuk reunifikasi.

Le menegaskan, prinsip satu-China adalah garis merah China dan tidak ada yang harus mencoba untuk melewatinya, baik tingkat rendah ataupun tinggi. Keterlibatan resmi adalah apa yang dengan tegas ditentang oleh China.

"Pertanyaan Taiwan berkaitan dengan kepentingan inti China. Tidak ada ruang untuk kompromi," ujar dia.

Selanjutnya: China beri peringatakan keras ke AS: Jangan bermain api di Taiwan




TERBARU

[X]
×