kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

China ke Rusia: Akhiri tindakan diskriminatif ke warga China karena virus corona


Rabu, 26 Februari 2020 / 22:36 WIB
China ke Rusia: Akhiri tindakan diskriminatif ke warga China karena virus corona
ILUSTRASI. Russian President Vladimir Putin (R) meets with his Chinese counterpart Xi Jinping at the Kremlin in Moscow, Russia July 4, 2017.

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Terkait surat ini, Kremlin mengatakan tidak mengetahui tentang keberadaan surat yang bocor di media tersebut. Kendati begitu, Moskow menghargai hubungannya dengan Beijing dan seharusnya tidak ada tindakan diskriminatif terhadap warga negara China.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan, minggu ini ada empat warga Taiwan yang berkunjung ke Moskow sempat dijemput polisi Rusia dan petugas kesehatan karena mengenakan topeng dan mereka dikira warga negara China. Mereka dikarantina secara paksa.

Baca Juga: Gawat! Kasus baru virus corona kini lebih banyak di luar China

Global Times, yang diterbitkan surat kabar Pople's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis China yang berkuasa melaporkan bahwa ada 23 turis dari Hong Kong telah dikarantina selama dua minggu setelah mereka dijemput oleh polisi Moskow.

Sejauh ini Rusia memiliki dua kasus virus corona. Keduanya adalah warga negara Tiongkok yang telah pulih dan dibebaskan dari rumah sakit.

Dari Asia dilaporkan ratusan kasus baru pada hari Rabu, termasuk tentara AS pertama yang terinfeksi, karena Amerika Serikat memperingatkan pandemi yang tak terhindarkan, dan wabah di Italia dan Iran menyebar ke lebih banyak negara.



TERBARU

[X]
×