kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

China marah menteri luar negeri Jerman bertemu aktivis Hong Kong


Selasa, 10 September 2019 / 18:43 WIB
China marah menteri luar negeri Jerman bertemu aktivis Hong Kong
ILUSTRASI. Unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menyatakan kemarahannya setelah Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bertemu dengan aktivis Hong Kong Joshua Wong.

Beijing menyatakan, tidak ada negara asing yang memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri China.

Wong bertemu Maas, Senin (9/9), di Berlin pada sebuah acara yang dihadiri para aktivis hak asasi manusia (HAM) dari seluruh dunia.

Baca Juga: Aktivis Joshua Wong: Jika kita dalam perang dingin, Hong Kong adalah Berlin yang baru

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, Tiongkok sangat tidak puas dan dengan tegas menentang Jerman yang mengizinkan Wong untuk mengunjungi negeri panzer dan bertemu dengan Maas.

"China telah mengajukan protes keras kepada pihak Jerman," kata Hua, Selasa (10/9), seperti dilansir Channelnewsasia.com. "Tidak ada pemerintah asing, organisasi, atau individu yang memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan internal Hong Kong," imbuhnya.

"Setiap plot yang mengandalkan orang asing guna membangun diri sendiri atau tindakan atau kata-kata untuk memecah belah negara akan gagal," tegas Hua.

Baca Juga: Polisi Hong Kong tangkap 157 demonstran termasuk yang berusia 13 tahun

Waktu pertemuan Wong dan Maas sangat berdekatan dengan kunjungan tiga hari Kanselir Jerman Angela Merkel ke China pekan lalu.

Hua menyebutkan, selama lawatan ke China minggu lalu, Merkel dengan jelas mengatakan, bahwa dia menentang kekerasan dan mendukung satu negara, dua sistem.

Kanselir Jerman menghadapi kritik dari Jerman karena tidak terlibat lebih jauh dengan para pengunjuk rasa Hong Kong, meskipun Merkel menyerukan solusi damai untuk kerusuhan di bekas koloni Inggris itu.

Baca Juga: Hong Kong memperingatkan badan legislatif asing untuk tidak ikut campur

Wong terbang ke Jerman setelah ia dibebaskan dari hukuman singkat di tahanan pada Ahad (8/9) dengan jaminan. Pia 22 tahun ini juga sempat ditahan akhir bulan lalu  ketika gelombang protes selama lebih dari tiga bulan mendera Hong Kong.

Wong dituduh menghasut orang lain untuk mengambil bagian dalam pertemuan yang tidak sah di antara tuduhan lainnya, dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Baca Juga: Demo sering ricuh, kunjungan wisatawan ke Hong Kong anjlok hampir 40%

Senin (9/9), di hadapan para aktivis HAM di Berlin,Wong menegaskan, bahwa kotanya sekarang menjadi benteng antara dunia bebas dan kediktatoran China, peran yang ia samakan dengan Ibu Kota Jerman selama Perang Dingin.

Dalam acara yang dipandu surat kabar Jerman BILD tersebut, Wong berjanji, bahwa aksi protes tidak akan terbuai dengan kepuasan Pemerintah Hong Kong yang menarik Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ekstradisi.




TERBARU

Close [X]
×