kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

China marah menteri luar negeri Jerman bertemu aktivis Hong Kong


Selasa, 10 September 2019 / 18:43 WIB
ILUSTRASI. Unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Hua menyebutkan, selama lawatan ke China minggu lalu, Merkel dengan jelas mengatakan, bahwa dia menentang kekerasan dan mendukung satu negara, dua sistem.

Kanselir Jerman menghadapi kritik dari Jerman karena tidak terlibat lebih jauh dengan para pengunjuk rasa Hong Kong, meskipun Merkel menyerukan solusi damai untuk kerusuhan di bekas koloni Inggris itu.

Baca Juga: Hong Kong memperingatkan badan legislatif asing untuk tidak ikut campur

Wong terbang ke Jerman setelah ia dibebaskan dari hukuman singkat di tahanan pada Ahad (8/9) dengan jaminan. Pia 22 tahun ini juga sempat ditahan akhir bulan lalu  ketika gelombang protes selama lebih dari tiga bulan mendera Hong Kong.

Wong dituduh menghasut orang lain untuk mengambil bagian dalam pertemuan yang tidak sah di antara tuduhan lainnya, dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Baca Juga: Demo sering ricuh, kunjungan wisatawan ke Hong Kong anjlok hampir 40%

Senin (9/9), di hadapan para aktivis HAM di Berlin,Wong menegaskan, bahwa kotanya sekarang menjadi benteng antara dunia bebas dan kediktatoran China, peran yang ia samakan dengan Ibu Kota Jerman selama Perang Dingin.

Dalam acara yang dipandu surat kabar Jerman BILD tersebut, Wong berjanji, bahwa aksi protes tidak akan terbuai dengan kepuasan Pemerintah Hong Kong yang menarik Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ekstradisi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×