CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

China merapat ke Brunei, agendakan kerja sama pertahanan


Kamis, 10 September 2020 / 09:18 WIB
ILUSTRASI. Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei bertemu dengan Anggota Dewan Negara China dan Menteri Pertahanan Wei Fenghe di Bandar Seri Begawan, Brunei, 9 September 2020.


Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BANDAR SERI BEGAWAN. Pada Rabu sore (9/9), Sultan Haji Hassanal Bolkiah dari Brunei melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe. Keduanya membahas hubungan dan rencana kerja sama bilateral antara Brunei dan China.

Dikutip dari Xinhua, Sultan mengatakan rakyat Brunei dan China telah menikmati hubungan dekat kedua negara selama bertahun-tahun.

Secara terbuka, Brunei menghargai hubungan persahabatan kedua negara dan melihat China sebagai mitra kerja sama yang penting dalam berbagai sektor utama.

"Brunei sangat mengapresiasi dukungan dan bantuan pemerintah dan militer China selama masa sulit ketika Brunei epidemi Covid-19," ungkap Sultan, seperti dikutip dari Xinhua.

Baca Juga: China sebut AS adalah penyebab militerisasi di Laut China Selatan

Ia menambahkan, Brunei akan terus melakukan pertukaran dan kerja sama dengan China di bidang pertahanan, ekonomi dan perdagangan, energi dan budaya, serta serangkaian program people to people exchange.

Sang Sultan berharap kementerian pertahanan kedua negara terus melakukan kunjungan bersama, latihan bersama, serta mendorong kerjsa sama pragmatis sehinga dapat lebih mendorong pengembangan kemitraan strategis.

Dari pihak China, Wei Fenghe mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan masing-masing kepala negara, China dan Brune telah sanggup mempertahankan momentum kerja sama yang baik.

"Hubungan ini bisa menjadi contoh yang baik untuk konsultasi bersama, konstruksi bersama dan berbagi bersama antar negara dengan sistem sosial yang berbeda," ungkap Wei.

Baca Juga: China: AS lakukan intervensi dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×