kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

China Tunda Penayangan Film Jepang Crayon Shin-chan di Tengah Krisis Diplomatik


Selasa, 18 November 2025 / 09:33 WIB
China Tunda Penayangan Film Jepang Crayon Shin-chan di Tengah Krisis Diplomatik
ILUSTRASI. Beberapa film Jepang, termasuk animasi Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! Scorching Kasukabe Dancers dan film adaptasi manga Cells at Work!, yang awalnya dijadwalkan tayang dalam beberapa pekan ke depan, kini tidak akan dirilis sesuai jadwal di daratan China


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Distributor film di China menunda penayangan setidaknya dua film Jepang seiring memburuknya ketegangan diplomatik antara Tokyo dan Beijing.

Menurut siaran resmi CCTV Selasa (18/11/2025), keputusan ini dianggap “bijaksana” karena mempertimbangkan sentimen negatif penonton domestik terhadap film Jepang.

Baca Juga: Dari Diplomasi ke Ancaman: China Babat Jepang dengan Senjata Ekonomi

Penundaan ini terjadi hanya dua minggu setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan memicu respons keras dari China dan memicu krisis diplomatik terburuk antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa film Jepang, termasuk animasi Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! Scorching Kasukabe Dancers dan film adaptasi manga Cells at Work!, yang awalnya dijadwalkan tayang dalam beberapa pekan ke depan, kini tidak akan dirilis sesuai jadwal di daratan China, menurut CCTV yang mengutip pengecekan dengan importir dan distributor film.

Film animasi Demon Slayer: Infinity Castle awalnya mendapat sambutan positif, namun pendapatan box office menurun setelah pernyataan Takaichi, karena adanya “ketidakpuasan kuat dari penonton China,” lapor CCTV pada Senin malam.

Baca Juga: Won dan Ringgit Melemah Paling Dalam Selasa (18/11/) Pagi, Mata Uang Asia Lesu

Distributor memilih mengikuti respons pasar, menghormati sentimen penonton, dan menunda penayangan film-film mendatang.

Jepang berusaha meredam ketegangan yang meningkat setelah Takaichi menyatakan kepada parlemen Jepang bahwa serangan China terhadap Taiwan yang mengancam kelangsungan Jepang bisa memicu respons militer.

Sejak itu, Beijing mendesak warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang. Perdana Menteri China Li Qiang juga tidak berencana bertemu Takaichi dalam pertemuan G20 minggu ini di Afrika Selatan.

Baca Juga: Nikkei Jepang Anjlok 2% Selasa (18/11) Pagi, Imbas Aksi Jual Saham Teknologi Global

Ketua tiga federasi bisnis Jepang bertemu Takaichi pada Senin malam dan mendorong dialog untuk meredakan ketegangan diplomatik.

“Stabilitas politik merupakan prasyarat bagi pertukaran ekonomi,” kata Yoshinobu Tsutsui, Ketua Keidanren, lobi bisnis terbesar Jepang, kepada wartawan setelah pertemuan, dikutip media.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×