kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.080   3,00   0,02%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Corona kian mewabah di AS, Bill Gates: Amerika harus lakukan lockdown


Jumat, 20 Maret 2020 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Bill Gates. Bill Gates menyebut pemerintah Amerika Serikat harus lakukan lockdown untuk menekan penebaran wabah corona.


Sumber: Businessinsider | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bill Gates kembali memberikan pandangannya soal penyebaran virus corona. Terutama yang terjadi di Amerika Serikat. Dilansir dari Businessinsider, Gates menyebut langkah melakukan lockdown merupakan langkah yang efektif dalam menekan penyebaran virus corona.

“Pengalaman di China adalah data paling kritis yang kita miliki. Mereka melakukan lockdown dan mampu mengurangi jumlah kasus,” katanya.

Baca Juga: CureVac bantah dapat tawaran dari Trump untuk produksi vaksin hanya buat AS

“Mereka melakukan pengujian secara luas, sehingga mereka melihat perbaikan kondisi dengan cepat," ujar dia.

Gates menekankan bahwa untuk mencegah lonjakan kasus yang lebih besar, AS akan memerlukan kebijakan lockdown termasuk dengan upaya menjaga jarak sosial yang serius.

Dia mengatakan social distances bisa dilakukan selama dua hingga tiga bulan di negara-negara maju. Tetapi untuk negara-negara berkembang bisa lebih lama karena mengatur jarak sosial akan lebih sulit.

Jarak sosial mengacu pada tindakan yang mencegah penyebaran penyakit dengan memisahkan orang, seperti menghindari keramaian dan tinggal di rumah.

Baca Juga: Bezos, Gates bahkan Buffett kehilangan puluhan triliun akibat kejatuhan Wall Street

Kebijakan sosial yang menjauhkan China sejauh ini merupakan yang paling ekstrem dengan aksi lockdown yang memengaruhi 60 juta penduduk di provinsi Hubei.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×