kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dari kaya jadi miskin, produksi minyak Venezuela terancam nol!


Rabu, 02 September 2020 / 08:11 WIB
Dari kaya jadi miskin, produksi minyak Venezuela terancam nol!
ILUSTRASI. Bendera Venezuela. REUTERS/Carlos Jasso


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - CARACAS. Ekonomi Venezuela kini telah jatuh ke jurang resesi yang dalam. Padahal, negara ini dulunya pernah dianggap sebagai salah satu negara makmur di Amerika Latin. Namun, akibat salah urus perekonomian selama bertahun-tahun, kronisme dan korupsi telah memicu keruntuhan ekonomi yang monumental yang membuat negara kaya minyak ini menjadi salah satu yang termiskin di Amerika Selatan.

Melansir Oilprice.com, ada tanda-tanda yang muncul bahwa Venezuela hampir menjadi negara gagal. Minyak memainkan peran dominan di Venezuela yang bertanggung jawab atas hampir semua pendapatan ekspor dan sebagian besar produk domestik bruto. Industri perminyakan negara Amerika Latin yang kaya minyak itu hampir runtuh.

Hal ini telah membuat ekonomi Venezuela terperosok ke dalam jurang, memicu krisis dengan proporsi yang sangat besar yang telah memaksa hampir lima juta orang Venezuela meninggalkan rumah mereka ke negara tetangga saat mereka berjuang untuk menemukan cara untuk bertahan hidup. Kondisi ini juga yang memberikan tekanan yang cukup besar pada pemerintahan presiden sosialis Nicolàs Maduro dan melihat Caracas kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah.

Baca Juga: Krisis baru AS-Iran: Teheran akan kirim lebih banyak tanker minyak ke Venezuela

Oilprice.com memberitakan, lebih dari dua dekade yang lalu, Revolusi Bolivarian Venezuela dimulai ketika Hugo Chavez memenangkan pemilihan presiden 1998 dan secara resmi dilantik pada Februari 1999. Dia segera memperkenalkan konstitusi baru yang berfokus pada pembentukan ekonomi yang dikelola negara, reformasi tanah, redistribusi kekayaan, dan menggunakan kekayaan minyak yang melimpah untuk mendanai program sosial yang ekstensif.

Ketika Chavez mengambil alih kekuasaan, Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dengan total 298 miliar barel, adalah salah satu negara paling makmur di Amerika Latin.

Baca Juga: Ini daftar terbaru Upper Middle Income Country, Indonesia bareng siapa?

Data Bank Dunia menunjukkan, pada 1999, Venezuela memiliki produk domestik bruto riil sebesar US$ 98 miliar, menempati urutan keempat di Amerika Latin setelah Brasil, Meksiko, dan Argentina. Venezuela juga salah satu negara terkaya di kawasan itu dengan PDB per kapita US$ 4.127 dan menempatkannya di urutan keenam.




TERBARU

[X]
×