kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.065   25,55   0,42%
  • KOMPAS100 796   6,89   0,87%
  • LQ45 604   5,13   0,86%
  • ISSI 210   0,40   0,19%
  • IDX30 342   2,92   0,86%
  • IDXHIDIV20 426   3,76   0,89%
  • IDX80 91   0,74   0,82%
  • IDXV30 116   0,60   0,52%
  • IDXQ30 110   0,90   0,83%

DBS Incar Dana Kelolaan Bisnis Wealth Management Capai S$ 1 Miliar di 2030


Rabu, 15 Juli 2026 / 10:25 WIB
DBS Incar Dana Kelolaan Bisnis Wealth Management Capai S$ 1 Miliar di 2030
ILUSTRASI. DBS Group menargetkan pertumbuhan asset under management bisnis pengelolaan kekayaan mencapai lebih dari S$ 1 triliun


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. DBS Group menargetkan pertumbuhan aset kelolaan atawa asset under management (AUM) dalam bisnis kekayaannya mencapai lebih dari S$ 1 triliun, sekitar Rp 13.996 triliun, pada 2030. Bank terbesar di Singapura ini memprediksi jumlah masyarakat kaya di Asia serta arus dana asing ke Asia akan meningkat.

DBS mengincar pertumbuhan dana kelolaan terutama dari bisnis wealth dan ritel. Pada akhir 2025, DBS mencatatkan AUM sebesar S$ 632 miliar di bisnis wealth. Artinya, untuk mencapai target, DBS perlu menjaring dana sekitar S$ 400 miliar lagi.

"Dari 2015 hingga 2025, dalam 10 tahun, kami meningkatkan AUM kami sebesar S$ 400 miliar. Melihat perkembangannya, ambisi kami sekarang adalah untuk meningkatkan jumlah yang sama sebesar S$ 400 miliar dalam setengah waktu tersebut," kata Shee Tse Koon, Group Executive DBS sekaligus  Group Head of Consumer Banking and Wealth Management, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: DBS Jadi Saham Pertama di Singapura dengan Kapitalisasi Pasar Tembus S$200 Miliar

DBS melihat ada sejumlah faktor yang akan menjadi pendorong positif, terutama dari sisi makro. “Misalnya peningkatan kekayaan di Asia, dan juga pergeseran kekayaan ke Asia, saya pikir tren makro inilah yang akan menjadi pendorong positif,” sebut Shee.

Bank-bank global telah meningkatkan penawaran layanan pengelolaan kekayaan di seluruh Asia untuk memanfaatkan populasi kaya yang berkembang pesat di kawasan ini. Singapura telah menjadi penerima manfaat utama dari dorongan tersebut.

Daya tarik Singapura sebagai safe haven telah memicu arus masuk kekayaan yang stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meningkat. Kondisi ini mengerek naik keuntungan tiga bank terbesar di negara kota tersebut.

Baca Juga: DBS Singapura dan Samsung Securities Kerjasama Kembangkan Wealth Management

Per Mei, jumlah klien baru dengan kekayaan bersih tinggi dan sangat tinggi di DBS, yang melayani lebih dari sepertiga family office tunggal yang didirikan di Singapura, telah meningkat 20% dari tahun sebelumnya.

DBS juga berencana merekrut lebih dari 600 manajer hubungan atau penasihat lini depan dan insinyur platform pada akhir 2028, terutama di pasar intinya di Singapura, Hong Kong, Tiongkok, India, india, dan Taiwan.

Bulan lalu, DBS mengumumkan mereka akan membuka 18 pusat kekayaan baru di seluruh Asia pada akhir tahun 2027 dan meningkatkan 36 pusat yang ada selama 18 bulan ke depan. Ini akan menjadi ekspansi fisik terbesar dari bisnis pengelolaan wealth DBS hingga saat ini.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×