kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dedikasi Ekstrem Triliuner Muda Lucy Guo dan Budaya Kerja Intens di Dunia Teknologi


Rabu, 25 Juni 2025 / 05:25 WIB
Dedikasi Ekstrem Triliuner Muda Lucy Guo dan Budaya Kerja Intens di Dunia Teknologi
Generasi Z menyukai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Namun, Lucy Guo, triliuner wanita termuda yang merintis usahanya sendiri, mengatakan generasi ini tidak akan membutuhkannya jika mereka menemukan pekerjaan yang mereka sukai.


Sumber: Fortune | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Lucy Guo, pendiri Scale AI yang kini menjadi triliuner pada usia 30 tahun, memicu perbincangan dengan pandangannya tentang keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Menurut Guo, jika seseorang merasa perlu menyeimbangkan keduanya, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka belum menemukan jalur karier yang tepat.

Sebagai figur muda yang membangun kekayaan dari industri teknologi usai keluar dari bangku kuliah, Guo menjalani rutinitas kerja yang sangat padat. 

Ia bangun pukul 05.30 pagi untuk olahraga, lalu langsung memulai aktivitas profesionalnya yang berlangsung hingga tengah malam. 

Baca Juga: Triliuner Muda Lucy Guo Masih Suka Beli Makanan Promo Beli Satu Gratis Satu

Dalam seminggu, ia bisa bekerja hingga 90 jam, dan tak melihat hal itu sebagai pengorbanan, melainkan bentuk kecintaan terhadap pekerjaannya.

Setelah hengkang dari Scale AI, startup yang saham 5% miliknya kini bernilai sekitar US$ 1,2 miliar, Guo kini memimpin Passes, sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada komunitas kreator. 

Meskipun jadwalnya sangat sibuk, ia tetap menyisihkan satu hingga dua jam sehari untuk keluarga dan teman dekat, yang menurutnya harus tetap menjadi prioritas.

Aktivitas hariannya melibatkan berbagai hal: mulai dari promosi, diskusi strategi dengan tim komunikasi, produksi konten podcast, hingga meninjau fitur produk. 

Ia bahkan ikut memantau langsung layanan pelanggan, menetapkan standar tinggi dengan memberi batas waktu hanya lima menit bagi tim untuk merespons keluhan, sebelum ia turun tangan sendiri. Bagi Guo, reputasi dan kualitas layanan adalah kunci agar startup bisa bersaing dengan perusahaan besar.

Baca Juga: Jadi Triliuner di Usia 30 Tahun, Lucy Guo Kerja Keras dari Pagi Hingga Larut Malam

Pandangan Guo mencerminkan filosofi kerja ekstrem "996" yang populer di China, bekerja dari pukul 09.00 hingga 21.00 selama enam hari seminggu. Budaya ini mulai merambah ke ekosistem startup Barat, seiring dengan meningkatnya tuntutan produktivitas dan kecepatan inovasi. 

Beberapa investor seperti Harry Stebbings dari 20VC bahkan mendorong pendiri di Eropa untuk mengadopsi ritme kerja serupa.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×