Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat
Defisit anggaran AS mencapai puncaknya senilai US$ 1,4 triliun pada tahun 2009 ketika pemerintahan Barack Obama dan Kongres AS mengambil langkah darurat untuk menopang sistem perbankan selama krisis keuangan global dan memberikan stimulus kepada ekonomi dalam resesi.
Defisit anggaran telah dikurangi menjadi US$ 585 miliar pada akhir masa jabatan kedua mantan Presiden Barack Obama pada tahun 2016.
Partai Republik di Kongres AS waktu itu mengkritik Obama, seorang Demokrat, karena tidak mengurangi defisit anggaran lebih lanjut.
Baca Juga: Investasi bisnis AS melemah terimbas perang dagang
Namun, sejak itu, atau saat Trump mengambil alih pemerintahan, defisit anggaran telah melonjak sebagian karena perbaikan sistem pajak yang dalam jangka pendek mengurangi pendapatan, ditambah lagi peningkatan belanja militer.
Pada akhir tahun fiskal 2019, pembayaran pajak perusahaan naik 5%. Lalu, penerimaan bea cukai, yang didorong oleh pemerintahan Trump dengan mengenakan tarif impor pada Cina dan lainnya, naik 70% year-on-year ke rekor tertinggi.
“Ini pemerintahan datang berjanji akan mengurangi defisit dan selama masa jabatan mereka, malah telah meningkat. Kami biasanya mengurangi defisit pada saat pertumbuhan,” kata Bill Hoagland, Senior Vice President Bipartisan Policy Center.
Ekonomi AS tumbuh 2,9% pada 2018 tetapi aktivitas melambat karena stimulus dari paket pemotongan pajak US$ 1,5 triliun memudar dan perang dagang AS-Cina yang berkepanjangan membebani investasi bisnis.
Baca Juga: Bank sentral Turki memangkas suku bunga 250 basis points