kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Defisit perdagangan Jepang makin menggunung


Kamis, 08 Maret 2012 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Sepeda lipat Element Ecosmo 8SP edisi Shopee


Reporter: Adi Wikanto, | Editor: Adi Wikanto

TOKYO. Nilai defisit ekspor-impor Jepang semakin banyak. Kementerian Keuangan Jepang mengumumkan besaran defisit hingga Januari 2012 sebesar ¥ 437,3 miliar atau US$ 5,4 miliar (Rp 49,42 triliun). Penyebab defisit adalah impor bahan bakar minyak yang semakin banyak karena rusaknya pembangkit listrik tenaga nuklir akibat gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011.

Angka defisit ini adalah tertinggi dalam sejarah. Tahun 2009, defisit perdagangan sempat menyentuh angka tertinggi, ¥ 133 miliar.

Defisit perdagangan pun mengancam laju pertumbuhan ekonomi. Per 31 Desember 2011, Produk Domestik Bruto (PDB) terus menyusut menjadi 0,7%. Angka itu jauh dari target pemerintah sebesar 2,3%.

Menurut analis, defisit itu berpotensi terus meningkat. Soalnya, kebutuhan BBM untuk menghasilkan listrik tetap besar. "Selama tenaga nuklir belum ada, BBM impor tetap tinggi," kata David Rea, ekonom Capital Economics Ltd.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×