kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Demi menghukum China, Trump: Segera mulai proses penghapusan hak istimewa Hong Kong!


Sabtu, 30 Mei 2020 / 06:24 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Jonathan Ernst


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Trump juga mengatakan, dirinya akan mengeluarkan pengumuman pada hari Jumat untuk lebih melindungi penelitian penting universitas dengan menghentikan masuknya warga negara asing dari China yang diidentifikasi sebagai risiko keamanan potensial.

Sejumlah sumber Reuters, termasuk pejabat senior AS, mengatakan bahwa langkah terakhir diprediksi bisa berdampak pada sekitar 3.000 hingga 5.000 mahasiswa pascasarjana China.

Baca Juga: Takut ada mata-mata, AS berencana membatalkan visa mahasiswa pascasarjana asal China

Retorika keras Trump terhadap China datang di tengah kampanye pemilihan ulang tahun 2020, di mana jajak pendapat menunjukkan pemilih AS semakin tidak menyukai Beijing, terutama karena virus corona baru.

Namun, Trump mungkin sadar bahwa keretakan yang lebih serius dengan China dapat mengubah kesepakatan perdagangannya yang sulit di Tahap I dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, yang telah ia andalkan untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan pertanian AS.

Baca Juga: Tiga kali di tahun ini, Angkatan Laut AS tantang klaim China di Laut China Selatan

Dia juga harus memperhitungkan pengaruhnya pada lebih dari 1.300 perusahaan AS yang memiliki kantor di Hong Kong dan menyediakan sekitar 100.000 lapangan pekerjaan.

Pengumuman Trump mengikuti rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di negara kota bekas jajahan Inggris itu. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan wilayah itu tidak lagi membutuhkan perlakuan khusus di bawah hukum AS yang memungkinkannya untuk tetap menjadi pusat keuangan global.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×