kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Dewan Keamanan PBB Mengutuk Aksi Kekerasan Militer Myanmar yang Tewaskan 35 Orang


Kamis, 30 Desember 2021 / 11:14 WIB
ILUSTRASI. Tentara Myanmar berjalan di dekat kompleks kongres di Naypyitaw, Myanmar, 2 Februari 2021. REUTERS/Stringer


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Myanmar telah jatuh ke dalam kekacauan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari lalu. Kelompok kemanusiaan melaporkan ada lebih dari 1.300 warga sipil yang tewas selama aksi protes berlangsung di hampir seluruh wilayah Myanmar.

Kelompok pejuang yang menamakan diri "Angkatan Pertahanan Rakyat" telah bermunculan di seluruh negeri untuk melawan junta dan membuat pasukan militer kesulitan di banyak titik. Sayangnya, aksi perlawanan yang terus muncul juga menyebabkan angka kematian sipil terus bertambah.

Pada bulan Juni, Majelis Umum PBB sepakat untuk mencegah pengiriman senjata ke Myanmar. Sayangnya, tindakan tersebut dianggap hanya tindakan simbolis karena tidak diputuskan oleh Dewan Keamanan yang memiliki hak lebih kuat.

China dan Rusia, yang memiliki hak veto, adalah pemasok senjata utama ke Myanmar. Dua negara tersebut selalu membatalkan keputusan terkait embargo senjata sejak kudeta dimulai awal tahun ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×