kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Di mata investor, krisis listrik China lebih berbahaya dibanding krisis Evergrande


Rabu, 29 September 2021 / 12:15 WIB
Di mata investor, krisis listrik China lebih berbahaya dibanding krisis Evergrande
ILUSTRASI. An employee walks between rows of solar panels at a solar power plant on the outskirts of Dunhuang, Gansu province, China, June 10, 2011. REUTERS/Stringer/File Photo


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Krisis pasokan listrik China efeknya lebih besar dari krisis utang Evergrande Group. Efek dari krisis listrik akibat pasokan batubara di China ini bakalan lebih terasa terhadap ekonomi dunia. Investor juga sudah tak mengkhawatirkan efek dari Evergrande. Sementara investor terlihat lebih khawatir dengan efek dari krisis listrik.   

Goldman Sachs dan Nomura telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini . Lalu saham produsen kimia China, pembuat mobil dan perusahaan pengiriman telah jatuh. Sementara stok energi terbarukan melonjak.

Hingga kini investor masih bisa mengerdilkan setiap dampak dari masalah likuiditas di pengembang properti Evergrande, dengan kewajiban US$ 305 miliar, yang mengguncang saham properti dan obligasi bulan ini. "Krisis Evergrande telah berlangsung cukup lama, dan saya pikir risikonya akan berkurang dengan cara yang ditargetkan," kata Yuan Yuwei, manajer dana lindung nilai di Water Wisdom Asset Management.

Sementara kalau pemadaman listrik akan merusak keseimbangan pasokan-permintaan, memberikan pukulan langsung terhadap konsumsi dan ekonomi riil. "Kejatuhannya lebih mungkin di luar kendali," kata Yuan.

Terkait dengan Evergrande sendiri, investor mulai percaya diri. Beberapa investor bertaruh ke saham pengembang kembali.  "Kami telah kekurangan pengembang, tetapi secara bertahap telah membeli kelemahan ini," kata Rob Mumford, manajer investasi GAM Investments yang berbasis di Hong Kong.

Indeks saham properti China daratan yang terdaftar di Hong Kong naik 6,4% pada hari Selasa, setelah mencapai level terendah dalam lebih dari empat tahun di minggu lal. Sementara indeks saham real estat yang terdaftar di Shanghai juga naik 3 % pada hari Selasa.

Reli harga ini terjadi setelah bank sentral China berjanji untuk melindungi konsumen yang terpapar pasar perumahan. Meski belum detil seperti apa. 

Sebaliknya, sedikit investor yang tergoda untuk melakukan bargain hunting di antara perusahaan-perusahaan yang dilanda kekurangan listrik, karena khawatir situasinya dapat memburuk lebih lanjut.

Lihat saja dari indeks perusahaan pembuat logam non-ferrous, seperti perusahaan tembaga dan aluminium , turun 15% bulan ini. Saham pembuat baja terbesar China telah jatuh - misalnya, Baoshan Iron & Steel Co dan Angang Steel keduanya turun lebih dari 20% sejak tertinggi pertengahan September baru-baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×