kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Di tengah pandemi korona, WHO beri peringatan ke pemerintah global


Selasa, 31 Maret 2020 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong rumah sakit rujukan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kota yang sudah menerima bantuan alat rapid tes covid-19 dari Pemprov Jawa Timur untuk segera menggunakannya dengan melakukan tes cepat.


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Semua pemerintahan di dunia tengah sibuk menangani pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan semua otoritas pemerintahan tidak melupakan layanan kesehatan dasar meskipun tengah darurat Covid-19.

Dalam keterangan tertulis di situs WHO, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta pemerintahan di seluruh negara tetap menjaga keberlangsungan sistem kesehatan di masing-masing wilayah. Pelayanan kesehatan harus tetap diberikan meskipun setiap wilayah sedang berperang melawan korona.

Beberapa contoh layanan kesehatan yang harus tetap berjalan normal antara lain vaksinasi rutin; layanan kesehatan reproduksi termasuk perawatan selama kehamilan dan persalinan; perawatan bayi muda dan orang dewasa yang lebih tua. Kemudian pengelolaan kondisi kesehatan mental serta penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti HIV, malaria dan TB; terapi rawat inap kritis; manajemen kondisi kesehatan darurat; layanan tambahan seperti pencitraan diagnostik dasar, layanan laboratorium, dan layanan bank darah.

"Pertahanan terbaik melawawan wabah adalah tetap menjaga sistem kesehatan," ungkat Tedros, Senin (30/3).

WHO mengingatkan, melupakan keberlangsungan sistem kesehatan dan hanya fokus menandangi wabah / pandemi menyebabkan kerugian yang lebih besar. Seperti saat wabah Ebola tahun 2014-2015, jumlah kematian akibat campak, malaria, HIV/AIDS dan TBC meningkat pesat dan melebihi korban Ebola.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×