kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Di tengah pandemi korona, WHO beri peringatan ke pemerintah global


Selasa, 31 Maret 2020 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong rumah sakit rujukan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kota yang sudah menerima bantuan alat rapid tes covid-19 dari Pemprov Jawa Timur untuk segera menggunakannya dengan melakukan tes cepat.


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Semua pemerintahan di dunia tengah sibuk menangani pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan semua otoritas pemerintahan tidak melupakan layanan kesehatan dasar meskipun tengah darurat Covid-19.

Dalam keterangan tertulis di situs WHO, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta pemerintahan di seluruh negara tetap menjaga keberlangsungan sistem kesehatan di masing-masing wilayah. Pelayanan kesehatan harus tetap diberikan meskipun setiap wilayah sedang berperang melawan korona.

Beberapa contoh layanan kesehatan yang harus tetap berjalan normal antara lain vaksinasi rutin; layanan kesehatan reproduksi termasuk perawatan selama kehamilan dan persalinan; perawatan bayi muda dan orang dewasa yang lebih tua. Kemudian pengelolaan kondisi kesehatan mental serta penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti HIV, malaria dan TB; terapi rawat inap kritis; manajemen kondisi kesehatan darurat; layanan tambahan seperti pencitraan diagnostik dasar, layanan laboratorium, dan layanan bank darah.

"Pertahanan terbaik melawawan wabah adalah tetap menjaga sistem kesehatan," ungkat Tedros, Senin (30/3).

WHO mengingatkan, melupakan keberlangsungan sistem kesehatan dan hanya fokus menandangi wabah / pandemi menyebabkan kerugian yang lebih besar. Seperti saat wabah Ebola tahun 2014-2015, jumlah kematian akibat campak, malaria, HIV/AIDS dan TBC meningkat pesat dan melebihi korban Ebola.




TERBARU

[X]
×