Di Tengah Penyebaran Omicron, Kasus Covid-19 di China Menanjak Tinggi

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:09 WIB Sumber: Reuters
Di Tengah Penyebaran Omicron, Kasus Covid-19 di China Menanjak Tinggi

ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung berjalan di jalan, menyusul kasus baru Covid-19, di Shanghai, China, 4 Januari 2022. REUTERS/Aly Song.

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China melaporkan 192 kasus baru Covid-19 pada Senin (10/1), naik dari 157 infeksi sehari sebelumnya. Sebanyak 110 di antaranya kasus transmisi lokal, naik dari 97 di Minggu (9/1).

Dari kasus baru Covid-19 pada Senin (10/1), sebanyak 87 infeksi tercatat di Provinsi Henan yang berpenduduk padat, menurut pernyataan Komisi Kesehatan Nasional China, seperti dilansir Reuters.

Ibu kota Provinsi Henan, Zhengzhou telah menutup fasilitas umum yang tidak penting seperti salon kecantikan dan melarang makan di restoran.

Selain itu, menghentikan taksi dan platform ride-hailing beroperasi di beberapa daerah yang dikarantina, pejabat Kota Zhengzhou mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa (11/1).

Sementara Kota Anyang di Provinsi Henan mengonfirmasi pada Senin (10/1), dua dari kasus baru Covid-19 selama beberapa hari terakhir adalah bagian dari rantai transmisi varian Omicron yang sama dengan Kota Tianjin. 

Baca Juga: Pejabat Kota di China: Varian Omicron Bawa Kesulitan Besar yang Belum Pernah Terjadi

Hanya, tidak jelas, berapa banyak kasus lain di Henan yang terkait dengan varian Omicron yang sangat menular.

Infeksi varian Omicron juga dilaporkan pada Senin (10/1) di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, sekitar 120 km dari Shanghai. Pasien telah melakukan perjalanan dari Australia ke Shanghai pada 5 Januari, sebelum ke Wuxi.

Lonjakan kasus varian Omicron di China terjadi hanya beberapa minggu sebelum Tahun Baru Imlek, periode perjalanan puncak bagi jutaan orang di negeri tembok raksasa. 

Hanya, kota-kota di seluruh China sudah menyarankan warganya untuk tidak bepergian, terutama ketika Beijing bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada awal bulan depan.

China telah memerintahkan pembatalan lebih dari dua lusin penerbangan terjadwal dari Amerika Serikat, setelah banyak penumpang dinyatakan positif Covid-19 ketika mereka tiba di China.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru