kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Di tengah perseteruan yang makin panas, AS dan China tetap cari celah perdamaian


Selasa, 11 Agustus 2020 / 13:09 WIB
Di tengah perseteruan yang makin panas, AS dan China tetap cari celah perdamaian
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu di KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni, 2019.


Sumber: Asia Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Diskusi menteri pertahanan AS dan China tersebut cukup menggambarkan, kedua negara dengan ego tinggi, seperti AS dan China, masih masih memiliki keinginan untuk bekerjasama dan memiliki ketergantungan satu sama lain.

Terlepas dari jalur damai yang sedang mereka upayakan, tensi panas dalam hubungan kedua negara juga tidak bisa begitu saja diabaikan. AS dan China terlihat makin terbuka menunjukkan aktvitas militernya di Laut China Selatan.

Laut China Selatan mungkin menjadi lautan paling "panas" di Bumi saat ini. Perairaan luas ini bahkan diprediksi akan menjadi medan tempur hebat di masa mendatang.

Konflik antara AS dan China juga membuat negara-negara di kawasan Asia Pasifik ikut merasakan dampaknya. Banyak dari mereka yang kini semakin was-was melihat upaya China yang semakin agresif untuk memperluas wilayah.

Baca Juga: Aksi provokatif China di Laut China Selatan, Filipina: Yang menembak duluan, kalah!

Di sisi lain, AS mencoba menggandeng negara yang menjadi lawan China sebagai sekutu. Sayangnya, banyak negara justru khawatir akan terseret dalam perang besar antara AS dan China di kemudian hari.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×