kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.803   22,00   0,13%
  • IDX 8.960   26,16   0,29%
  • KOMPAS100 1.232   5,97   0,49%
  • LQ45 868   3,13   0,36%
  • ISSI 324   1,90   0,59%
  • IDX30 444   1,28   0,29%
  • IDXHIDIV20 518   2,61   0,51%
  • IDX80 137   0,64   0,47%
  • IDXV30 144   0,98   0,68%
  • IDXQ30 142   0,81   0,57%

Dianggap Mengancam Keamanan AS, Trump Minta Microsoft Pecat Petingginya Lisa Monaco


Sabtu, 27 September 2025 / 10:57 WIB
Dianggap Mengancam Keamanan AS, Trump Minta Microsoft Pecat Petingginya Lisa Monaco
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump meminta Microsoft Corp untuk memecat presiden urusan global perusahaan Lisa Monaco. Diketahui, Monaco pernah menjabat sebagai pembantu keamanan di pemerintahan Presiden Barack Obama dan Wakil Jaksa Agung di era Presiden Joe Biden. REUTERS/Gonzalo Fuentes


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump meminta Microsoft Corp untuk memecat presiden urusan global perusahaan Lisa Monaco. Diketahui, Monaco pernah menjabat sebagai pembantu keamanan di pemerintahan Presiden Barack Obama dan Wakil Jaksa Agung di era Presiden Joe Biden.

Mengutip profil di media sosialnya LinkedIn, Monaco baru mulai bekerja di Microsoft ada Juli 2025. Ia memimpin keterlibatan perusahaan dengan pemerintah secara global.

Baca Juga: Microsoft Blokir Akses Militer Israel karena Langgar Hak Privasi Palestina

Trump mengatakan dalam posisinya di Microsoft, Monaco akan memiliki akses ke informasi yang sangat sensitif dan dia adalah ancaman bagi Keamanan Nasional AS, terutama mengingat kontrak-kontrak besar yang dimiliki mengingat kontrak besar yang dimiliki Microsoft dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

"Ini adalah pendapat saya pendapat saya bahwa Microsoft harus segera menghentikan Lisa Monaco,” kata Trump di Truth Social.

Monaco juga membantu mengoordinasikan tanggapan Departemen Kehakiman terhadap serangan 6 Januari 2021 oleh pendukung Trump di Gedung Kongres AS. Izin keamanannya dicabut pada bulan Februari.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Baru AS untuk Obat-obatan, Truk dan Furnitur Mulai Pekan Depan

Namun, Microsoft tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari unggahan media sosial Trump. Begitu juga dengan Lisa sendiri.

Sebenarnya perusahaan-perusahaan teknologi, termasuk Microsoft, telah berusaha untuk menghangatkan hubungan mereka dengan Trump selama masa jabatan keduanya. Banyak pemimpin teknologi terkemuka menghadiri pelantikannya pada bulan Januari dan beberapa telah dijamu olehnya di Gedung Putih.

CEO Microsoft Satya Nadella baru-baru ini mengunjungi Gedung Putih untuk Trump dengan para pemimpin teknologi.


Tag


TERBARU

[X]
×