kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dianggap mengarah ke simbol seksual, Instagram dan Facebook larang emoji terong


Senin, 04 November 2019 / 08:23 WIB
Dianggap mengarah ke simbol seksual, Instagram dan Facebook larang emoji terong
ILUSTRASI.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Peraturan ini awalnya ditujukan bagi para pekerja seks yang menggunakan platform tersebut untuk menjual layanan mereka. Tapi, larangan tersebut juga memungkinkan memengaruhi pengguna lain yang hanya menggunakan emoji untuk bercanda atau berbicara tentang seks.

Beberapa pengguna Twitter terlihat membahas aturan ini. Salah seorang pengguna bercanda dalam akunnya. “Larangan Facebook dan Instagram (emoji terong dan buah persik) jadi sekarang Anda tak dapat menggunakan makanan antioksidan dalam postingan Anda” tulis akun @WardWBond.

Baca Juga: Facebook dan Instagram bakal tandai postingan berisi hoaks

Pelarangan penggunaan simbol terong bukan kali ini saja terjadi. Melansir CNN, Instagram melarang menggunakan emoji terong dari algoritma pencariannya.

Sehingga, ketika menggunakan tanda pagar dan simbol terong dalam pencarian, hal itu tak bisa Anda lakukan. Ketika itu, Instagram mengklaim, kebijakan tersebut karena emoji ini terlalu sering digunakan untuk menandai foto-foto cabul.

Seorang juru bicara Instagram mengatakan, emoji terong dibuat tidak bisa ditelusuri karena "dikaitkan secara konsisten" dengan foto atau video yang melanggar standar komunitas jejaring sosial.

Penulis: Nur Rohmi Aida

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Bermuatan Seksual, Instagram dan Facebook Larang Emoji Terong"


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×