kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Diduga kelelahan akibat virus corona, seorang dokter muda di China meninggal dunia


Kamis, 06 Februari 2020 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. China Daily via REUTERS


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Seorang dokter asal negeri tirai bambu, Song Yingjie (27) dilaporkan meninggal akibat serangan jantung pada Selasa (4/2/2020) waktu setempat.

Diketahui, Song Yingjie mengalami serangan jantung setelah ia bekerja terus-menerus (selama 10 hari berturut-turut) untuk memerangi virus corona yang berpusat di Wuhan, China tersebut.

Berdasarkan laporan Daily Mail, Song Yingjie bertanggung jawab atas pemeriksaan suhu pengendara bermotor di Hunan, salah satu provinsi di China. Ia juga merupakan pemimpin tim di sebuah klinik lokal di Provinsi Hunan, yang berlokasi berbatasan dengan Provinsi Hubei.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa: Wabah corona, lapisan baru ketidakpastian ekonomi

Informasi tentang meninggalnya Song Yingjie diketahui ketika para dokter nasional dipuji sebagai pahlawan untuk bekerja siang dan malam untuk mengatasi epidemi yang dimulai di Kota Wuhan, China. Menurut update terkini, sudah sebanyak 565 orang dilaporkan meninggal dunia dari 28.276 kasus virus corona di dunia.

Meninggal di asrama Song Yangjie diketahui merupakan warga asli Kota Kaiyun di Kabupaten Hengshan, China. Pemerintah Kota Hengyang yang bertugas mengawasi Kabupaten Hengshan melaporkan, Song Yangjie meninggal setelah kembali ke kamar asramanya pada Senin (3/2/2020) dini hari.

Baca Juga: Virus corona meredupkan bisnis, merek-merek global gugup dan panik




TERBARU

[X]
×