Dilanda panic buying karena isu karantina, warga Hong Kong borong beras dan tisu

Jumat, 07 Februari 2020 | 05:52 WIB Sumber: South China Morning Post
Dilanda panic buying karena isu karantina, warga Hong Kong borong beras dan tisu

ILUSTRASI. Antrean pembelian masker di Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu


Tetapi Kenneth Chan Kin-nin, ketua Asosiasi Pedagang Beras Hong Kong, mengatakan beras dalam persediaan yang cukup. Dia juga menambahkan bahwa 90% beras berasal dari Thailand dan Vietnam.
"Pasokan beras diatur oleh pemerintah dan kami masih memiliki 13.000 ton penyimpanan, yang belum digunakan," katanya.

Para pedagang mengatakan pasokan makanan akan sepenuhnya terputus jika supir truk juga ditempatkan di bawah karantina 14 hari, memperingatkan tidak akan ada cukup tenaga pengganti.

Baca Juga: WN Kanada di Malaysia diduga terjangkit virus corona setelah dari Indonesia

Tetapi sebuah sumber mengatakan kepada South China Morning Post bahwa supir truk lintas batas akan dibebaskan secara tepat untuk menjamin pasokan makanan dan barang-barang lainnya ke kota.

Secara terpisah, di tengah aksi mogok kerja selama seminggu oleh pekerja rumah sakit umum yang sekarang memasuki hari keempat, Otoritas Rumah Sakit mengatakan sekitar 5.000 karyawan, termasuk sekitar 220 dokter dan 3.000 perawat, belum dilaporkan bertugas.

Baca Juga: Biang kerok yang picu melonjaknya harga masker N95 terkuak, ini dia...

Pertemuan antara otoritas dan perwakilan dari aksi pemogokan Aliansi Pegawai Otoritas Rumah Sakit berakhir dengan hasil yang beragam karena kedua belah pihak memberikan hasil yang berbeda dari pembicaraan.

Pada hari Kamis, lebih dari 28.200 orang telah didiagnosis dengan virus di seluruh dunia, sebagian besar di daratan, dengan jumlah kematian lebih dari 560.
Secara lokal, ada tiga kasus infeksi lagi, sehingga totalnya menjadi 24. 

Baca Juga: Wabah virus corona, Migran Care minta pemerintah buka posko pelaporan pekerja migran

Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan pada konferensi pers, satu kasus adalah seorang wanita Hong Kong berusia 55 tahun, istri seorang pria yang dikonfirmasi terinfeksi sehari sebelumnya.

Pasangan yang terinfeksi berada di Jepang antara 28 Januari dan 1 Februari. Dua kasus lainnya tidak bepergian dalam 14 hari sebelum mereka jatuh sakit.
Salah satunya adalah seorang wanita berusia 65 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Prince of Wales di Sha Tin yang kini dalam kondisi serius. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru