kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Dolar Perkasa di Transaksi Global, Euro dan Yuan Masih Tertahan


Jumat, 23 Januari 2026 / 04:30 WIB
Dolar Perkasa di Transaksi Global, Euro dan Yuan Masih Tertahan
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Gary Cameron)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan global kembali menguat di tengah pasar yang masih bergejolak dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi AS. Data terbaru dari Swift menunjukkan, porsi dolar dalam transaksi internasional melonjak menjadi 50,5% pada Desember, naik tajam dari 46,8% pada bulan sebelumnya.

Angka ini menandai kembalinya pangsa dolar menembus level 50% untuk pertama kalinya sejak awal 2025. Posisi dolar pun kembali jauh meninggalkan mata uang utama lain. Euro berada di urutan kedua dengan pangsa sekitar 22%, disusul poundsterling, dolar Kanada, yen Jepang, dan yuan China.

Bloomberg (22/1) melaporkan, kenaikan pangsa dolar kali ini bukan semata karena lonjakan transaksi berbasis greenback, tetapi juga dipengaruhi oleh melemahnya peran euro. Data Swift mencatat, porsi euro turun menjadi 21,9% pada Desember, terendah dalam setahun terakhir. Sementara itu, yuan China hanya menyumbang sekitar 2,7% dari total pesan transaksi Swift, di bawah rata-rata tahunannya.

Swift sendiri merupakan jaringan pesan keuangan global yang digunakan bank-bank besar dunia untuk memproses transaksi lintas negara. Sepanjang 2024, sebanyak 13,4 miliar instruksi transaksi dikirim melalui sistem ini, meningkat dari 11,9 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Jelang Pidato Trump di Davos, Ketegangan Tarif Tekan Pasar Global

Kendati demikian, data Swift tidak sepenuhnya mencerminkan keseluruhan pasar valuta asing global yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 9,5 triliun per hari, antara lain karena sejak 2022 beberapa bank besar Rusia dikeluarkan dari sistem tersebut.

Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, data ini justru menunjukkan bahwa peran dolar dalam perdagangan dan keuangan internasional masih sulit digeser.

“Dolar terus mendominasi transaksi valuta asing dan penggunaan mata uang internasional,” tulis analis JPMorgan dalam catatan terbarunya. Namun, mereka juga mencatat bahwa bank-bank sentral global masih agresif menambah cadangan emas, yang mengindikasikan kehati-hatian terhadap stabilitas sistem moneter global.

Data lain dari Baca Juga: Dolar AS Melemah: Ancaman Terhadap Greenland Picu Aksi Jual Aset AS (BIS) memperkuat gambaran tersebut. Per April 2025, dolar terlibat dalam sekitar 89% dari seluruh transaksi valuta asing dunia. Sementara Federal Reserve memperkirakan sekitar 60% dari total utang global dalam mata uang asing masih diterbitkan dalam denominasi dolar.

Menariknya, penguatan peran dolar dalam sistem pembayaran global ini terjadi di saat nilai tukarnya justru tertekan. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat sudah turun lebih dari 7% dalam setahun terakhir. Ini mengisyaratkan bahwa, meski kepercayaan terhadap dolar sebagai alat transaksi dan penyimpan nilai masih kuat, pasar mulai memasukkan risiko kebijakan dan ketidakpastian ekonomi AS ke dalam perhitungan mereka.

Selanjutnya: Pasokan Daging Sapi Kembali Normal: Pedagang Siap Jualan Jumat (23/1) Ini


Tag


TERBARU

[X]
×