kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Donald Trump jegal Toyota terkait pabrik Meksiko


Jumat, 06 Januari 2017 / 08:15 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Dalam tweet teranyarnya di Twitter pada Kamis (5/1), Donald Trump mengancam perusahaan otomotif. Kali ini, yang terkena getahnya adalah Toyota Motor. Trump mengancam akan memberlakukan pajak perbatasan yang tinggi jika Toyota membangun pabrik di luar Amerika.

Dalam tweetnya, Trump menulis:

"Toyota Motor said will build a new plant in Baja, Mexico, to build Corolla cars for U.S. NO WAY! Build plant in U.S. or pay big border tax."

Menyusul tweet tersebut, saham Toyota yang listing di AS turun 0,7% dan menyentuh level terendah harian di US$ 120,32.

Sebagai respon atas tweet Trump, Toyota mengatakan kepada Reuters bahwa pembangunan pabrik Meksiko tidak akan memangkas tenaga kerja di AS. "Kami menanti untuk bekerjasama dengan pemerintahan Trump untuk memberikan layanan terbaik untuk pelanggan dan industri otomotif," jelas Toyota.

Ancaman terhadap produsen otomotif Toyota dalam pembangunan pabrik di Meksiko merupakan aksi terbaru Trump, yang sebelumnya sudah mengancam dua perusahaan otomotif lain.

Pada awal pekan ini, Trumo mengeluarkan ultimatum terpisah kepada General Motors, yakni: produksi mobil Chevy Cruze di AS atau harus membayar pajak perbatasan yang besar.

Dia juga sudah menekan Ford mengenai rencana perusahaan yang juga akan membangun pabrik di Meksiko. Dua hari lalu, Ford mengumumkan pihaknya membatalkan rencana pembangunan pabrik di Meksiko. Mereka menegaskan, pembatalan tersebut tidak terkait dengan ancaman Trump.

Pasca tweet Trump, Jeb Hensarling, Pimpinan Senat untuk Komite Layanan Finansial justru mempertanyakan alasan perpindahan lapangan kerja dari AS ke negara lain. Dia menilai, hal ini disebabkan AS menerapkan pajak yang tidak kompetitif dan rumit.

"Saya lebih memilih reformasi pajak ketimbang menaikkan pajak. Apa yang harus dilakukan adalah membuat Amerika sebagai tempat yang menarik untuk melakukan bisnis, menciptakan bisnis," jelas Hensarling.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×