kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Dua karyawan asal China curi rahasia perusahaan, Apple cemas mereka kabur


Selasa, 10 Desember 2019 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Logo Apple di sebuah toko di Zurich, Swiss, 3 Januari 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SAN JOSE. Apple Inc menyatakan, Senin (9/12), ada "keprihatinan mendalam" bahwa dua mantan karyawan mereka kelahiran China yang dituduh mencuri rahasia dagang dari perusahaan teknologi berpotensi melarikan diri.

Pada sidang di Pengadilan Distrik San Jose, California Utara, Amerika Serikat (AS), jaksa berpendapat, Xiaolang Zhang dan Jizhong Chen harus terus dipantau keberadaannya, karena mereka memiliki risiko kabur lewat jalur udara.

Kedua pria itu ditangkap dengan tuduhan pencurian rahasia perdagangan saat menuju bandara untuk terbang ke China, dan telah dipantau setelah dibebaskan dengan jaminan. Pengacara mereka menyebutkan, kedua kliennya memiliki alasan keluarga untuk mengunjungi China dan sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda melanggar kondisi pra-persidangan.

Baca Juga: Gara-gara Apple, Wall Street terkoreksi pada penutupan Senin (9/12)

Asisten Jaksa A. Marissa Harris menilai, jika salah satu dari mereka melarikan diri ke China, akan sulit bahkan tidak mungkin bagi pejabat federal untuk melakukan ekstradisi mereka untuk menjalani persidangan di negeri uak Sam. 

Dalam sidang kemarin, tiga karyawan Apple bersaksi di persidangan untuk mendukung jaksa, termasuk Anthony DeMario, Penasihat Strategis untuk Divisi Keamanan Global Apple yang veteran Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Harris membacakan pernyataan Apple di hadapan Hakim Distrik A. Edward J. Davila. "Kekayaan intelektual Apple adalah inti dari inovasi dan pertumbuhan kami," kata Harris mengutip pernyataan Apple seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Apple Watch Series 5 rilis 6 Desember di Indonesia, ini harganya

"Partisipasi terdakwa yang berkelanjutan dalam proses ini diperlukan untuk memastikan penentuan fakta terakhir, dan kami memiliki keprihatinan yang mendalam bahwa terdakwa tidak akan melalui proses ini jika diberi kesempatan (melarikan diri)," ujar Harris.




TERBARU

[X]
×