kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dua lagi meninggal di Italia jadi 14 orang, kasus virus corana tembus 500


Kamis, 27 Februari 2020 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Tentara memakai masker berjaga di luar Katedral Duomo, yang ditutup otoritas setempat menyusul wabah virus corona baru, di Milan, Italia, 24 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ROMA. Dua orang lagi meninggal di Italia karena virus corona baru. Sehingga, jumlah kematian akibat wabah penyakit terburuk yang pernah terjadi di Eropa itu menjadi 14 orang

Mengutip Reuters, Badan Perlindungan Sipil Italia, Kamis (27/2), menyebutkan, jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 528, dari 420 kasus pada Rabu (26/2), sebagian besar di Italia Utara.

Sementara Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengungkapkan, ia sedang menjalani karantina setelah salah seorang stafnya terjangkit virus corona.

Baca Juga: Virus corona kian ganas di Iran, korban tewas jadi 26 orang dengan 106 kasus baru

Lombardy merupakan pusat penyebaran Covid-19 di Italia. Lebih dari 300 orang postif terkena virus corona di wilayah ini dan 10 lainnya meninggal.

"Untuk saat ini saya tidak memiliki jenis infeksi apa pun sehingga saya bisa terus bekerja. Tapi, selama dua minggu saya akan mencoba untuk hidup dalam semacam isolasi," kata Fontana lewat rekaman video yang dia unggah di akun Facebook-nya, Rabu (26/2), seperti dikutip Reuters.

Seiring wabah virus corona yang merebak di Benua Biru, juru bicara Komisi Uni Eropa bilang, sejauh ini negara-negara Uni Eropa dan Schengen tidak memiliki rencana  untuk melakukan pemeriksaan di perbatasan untuk mengatasi epidemi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×