kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Duh, bocah Amerika 12 tahun teror bandara Korea Selatan lewat YouTube


Sabtu, 27 Februari 2021 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Bendera Korea Selatan.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - INCHEON. Seorang youtuber berusia 12 tahun yang tinggal di Amerika Serikat menjadi tersangka pelaku ancaman teror terhadap Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Bocah laki-laki, yang lahir di Korea Selatan dan tinggal di AS, dituduh mengunggah video YouTube yang memperingatkan akan ada serangan di Bandara Incheon, sebelah Barat Seoul.

Serangan itu bakal terjadi pada 1 Maret pukul 11 ​​pagi, tepat di Hari Gerakan Kemerdekaan Korea Selatan, menurut Korps Polisi Bandara Internasional Incheon, Jumat (26/2), seperti dikutip Yonhap.

Video berdurasi 10 detik itu, yang diunggah Minggu (21/2), telah diubah isinya menjadi pesan bahwa Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda dan dalang serangan teroris 11 September, tidak boleh disalahkan.

Baca Juga: Korea Selatan sebut Korea Utara berusaha curi data vaksin corona Pfizer

Kepolisian Bandara Incheon melakukan penyelidikan terhadap konten online tersebut, setelah mendapat informasi tentang video itu pada Selasa (23/2).

Lewat kerjasama dengan Google, perusahaan induk YouTube, polisi mengonfirmasikan, video tersebut diunggah di AS dan melacak tersangka berdasarkan riwayat loginnya.

Penyelidik mengatakan, mereka telah menutup saluran YouTube bocah itu dan mempertimbangkan untuk menuduhnya dengan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Penerbangan.

Polisi menyatakan, mereka akan meningkatkan keamanan di Bandara Incheon untuk sementara waktu sebagai tindakan pencegahan, meskipun kemungkinan serangan teroris sangat kecil.

"Tampaknya sulit mencari cara untuk mempertanyakan youtuber yang mengunggah video tersebut setelah mendapat kerjasama dari otoritas asing," kata Kepolisian Bandara Incheon.

Selanjutnya: Kapal induk ringan Korea Selatan beroperasi 2033, siap hadapi berbagai ancaman




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×