kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Duh, WHO catat rekor kenaikan kasus corona tertinggi dalam satu hari


Senin, 22 Juni 2020 / 10:31 WIB
Duh, WHO catat rekor kenaikan kasus corona tertinggi dalam satu hari
ILUSTRASI. Seorang perempuan memakai masker pelindung berjalan di depan sebuah grafiti, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Rabu (13/5/2020). REUTERS/Sergio Moraes


Sumber: AFP | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Minggu (21/6) melaporkan peningkatan harian terbesar dalam kasus virus corona. Dimana ada lebih dari 183.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Dilansir AFP, badan kesehatan PBB ini mengatakan Brasil memimpin dengan 54.771 kasus yang dikonfirmasi. Pemerintah Brasil sejak itu mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di negara itu telah melewati 50.000.

Baca Juga: China melaporkan 18 kasus virus corona baru, 9 di antaranya di Beijing

AS ada di tempat berikutnya dengan 36.617 kasus infeksi corona, sementara lebih dari 15.400 kasus ada di India. 

Para ahli mengatakan meningkatnya jumlah kasus dapat mencerminkan banyak faktor termasuk pengujian yang lebih luas serta infeksi yang lebih luas.

Pengujian terus menjadi masalah kontroversial di AS, dengan ajudan Gedung Putih membela pernyataan terakhir Presiden Donald Trump tentang masalah ini.

Trump telah menuai kritik setelah mengatakan pada kampanye di Tulsa, Oklahoma, pada hari Sabtu bahwa AS telah menguji 25 juta orang. "Ketika Anda melakukan pengujian sejauh itu, Anda akan menemukan lebih banyak orang, Anda akan menemukan lebih banyak kasus," kata Trump. 

Baca Juga: Ancaman klaster baru corona, China tutup pabrik Pepsi dan setop impor ayam dari AS

"Jadi aku berkata kepada orang-orangku, tolong perlambat pengujian," ujarnya.

Saingan Trump dari Partao Demokrat Joe Biden pun menuduh Trump telah menempatkan politik di atas keselamatan dan kesejahteraan ekonomi rakyat Amerika.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×