kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.993   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ekonomi AS diramal moderat, diproyeksi tak mencapai target 3%


Kamis, 30 Januari 2020 / 16:22 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Amerika Serikat (AS) diproyeksi bakal mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada kuartal IV. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo

Data ini mendorong beberapa ekonom untuk merevisi estimasi pertumbuhan PDB kuartal IV sebanyak lima persepuluh dari titik persentase ke level terendah yakni 1,4%.

Perkiraan pertumbuhan untuk konvergen sekitar 2,5% yang akan lebih lambat dari angka 2,9% pada tahun 2018. Para ekonom praktis telah memperkirakan akan lebih cepatnya pertumbuhan ekonomi untuk periode jangka panjang tanpa memicu inflasi sekitar 1,8%.

Baca Juga: Wah, Trump sebut Mark Zuckerberg bakal jadi calon Presiden AS

Pihak Gedung Putih mengklaim bahwa pemerintah telah memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 21% dari sebelumnya 35%. Hal ini memicu menyusutnya defisit perdagangan dan diharap dapat mendorong pertumbuhan PDB tahunan menjadi 3% secara berkelanjutan.

Ekonom pun sebenarnya sudah sejak lama menentang kebijakan itu, pasalnya ada beberapa persoalan lain di luar tarif. Salah satunya masalah struktural seperti produktifitas dan pertumbuhan populasi. Beberapa ekonom juga berpendapat bahwa secara historis tidak ada hubungan yang kuat antara tarif pajak perusahaan dengan ivestasi bisnis.




TERBARU

[X]
×