kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,10   13,30   1.50%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonomi China Mulai Menunjukkan Tanda Perbaikan


Selasa, 19 Maret 2024 / 22:18 WIB
Ekonomi China Mulai Menunjukkan Tanda Perbaikan
ILUSTRASI. A large number of commercial vehicles are being readied for export via ro-ro ships at Yantai Port in Yantai, Shandong province, China, on July 5, 2023.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekonomi China menunjukkan sedikit tanda perbaikan. Output pabrik dan penjualan ritel sepanjang Januari-Februari berhasil mengalahkan ekspektasi analis. Kondisi ini memberikan sedikit keringanan bagi pembuat kebijakan di saat tekanan sektor properti masih membebani ekonomi China.

Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan output industri naik 7% dalam dua bulan pertama tahun ini, sedangkan proyeksi konsensi analis yang disurvei Reuters sebelumnya hanya tumbuh 5%. Capaian tersebut bahkan lebih tinggi dari Desember yang baru tumbuh 6,8%. 

Sementara penjualan ritel, yang menjadi ukuran tingkat konsumsi, tercatat naik 5,5% pada dua bulan pertama, mengalahkan proyeksi analis dengan pertumbuhan 5,2%. 

Liburan tahun baru Imlek selama delapan hari pada Februari menunjukkan kembali pulihnya  sektor perjalanan dengan baik, sehingga mendukung pendapatan dari bisnis pariwisata dan perhotelan. 

Kondisi itu mendorong pertumbuhan produksi kilang mintak sebesar 3% untuk memenuhi tingginya permintaan bahan bakar transportasi. 

Baca Juga: Produsen Panel Surya Terbesar di Dunia Longi akan PHK Sepertiga Pegawainya

Data output pabrik dan penjualan ritel ini  ditambah dengan indikator ekspor dan inflasi konsumen yang lebih baik dari perkiraan, memberikan dorongan awal terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi ambisisu sebesar 5% yang ditetapkan pemerintah China tabun ini. 

“Data aktivitas Tiongkok secara umum stabil pada awal tahun ini. Namun masih ada alasan untuk berpikir bahwa penguatan tersebut hanya terjadi sekali saja,” kata Louise Loo, ekonom Tiongkok di Oxford Economics dilansir Reuters, Selasa (19/3).

NBS menerbitkan gabungan data output industri dan penjualan ritel bulan Januari dan Februari untuk menghaluskan distorsi yang disebabkan oleh pergeseran waktu tahun baru Imlek.

Sementara itu, krisis yang berkepanjangan di sektor properti, yang merupakan pilar utama perekonomian China, masih menjadi kekhawatiran utama para pembuat kebijakan, konsumen, dan investor.

Baca Juga: Ekonomi Masih Lesu, Kucuran Kredit Baru Perbankan China Turun

Kelemahan sektor ini terlihat dari rendahnya permintaan. Penjualan properti berdasarkan luas lantai mencatat penurunan sebesar 20,5% pada bulan Januari-Februari dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan penurunan sebesar 23,0% pada bulan Desember tahun lalu.

Ekonom Goldman Sachs mengatakan momentum pertumbuhan sekuensial Tiongkok tetap solid pada kuartal pertama meskipun ada perbedaan besar antar sektor.

“Namun, untuk mengamankan target pertumbuhan ambisius sekitar 5% tahun ini, pelonggaran kebijakan lebih lanjut masih diperlukan, terutama pada sisi permintaan (misalnya fiskal, perumahan dan konsumsi).”

Sisi baiknya, investasi aset tetap meningkat sebesar 4,2% dalam dua bulan pertama tahun 2024 tahun-ke-tahun, dibandingkan ekspektasi kenaikan sebesar 3,2%. Pertumbuhannya sebesar 3,0% sepanjang tahun 2023.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×