CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ekonomi Inggris Tumbuh 0,4% pada Juli, Poundsterling Menguat


Jumat, 11 September 2026 / 15:17 WIB
Ekonomi Inggris Tumbuh 0,4% pada Juli, Poundsterling Menguat
ILUSTRASI. Produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 0,4% secara bulanan, mendorong penguatan poundsterling terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan euro.? (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perekonomian Inggris menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan pada Juli 2026. Produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 0,4% secara bulanan, mendorong penguatan poundsterling terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan euro.

Data Office for National Statistics (ONS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Inggris pada Juli tersebut jauh melampaui ekspektasi ekonom yang sebelumnya memperkirakan perekonomian tidak mengalami pertumbuhan.

Setelah data tersebut dirilis, poundsterling naik 0,1% menjadi US$1,352. Mata uang Inggris itu juga menguat dengan besaran yang sama terhadap euro.

Euro tercatat melemah 0,1% terhadap poundsterling menjadi 85,84 pence.

Pertumbuhan ekonomi Inggris pada Juli terutama ditopang oleh sektor jasa yang meningkat 0,4% secara bulanan.

Secara kumulatif, perekonomian Inggris tumbuh 1% pada paruh pertama 2026. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tercepat di antara negara-negara kelompok G7.

Baca Juga: Portugal Mendukung Penggunaan Aset Rusia yang Dibekukan untuk Ukraina

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pertumbuhan tersebut berpotensi terlalu tinggi akibat persoalan penyesuaian musiman dalam perhitungan data. Dengan demikian, angka pertumbuhan tersebut masih berpeluang direvisi lebih rendah.

Jika tren pertumbuhan bertahan, ekonomi Inggris berpotensi melampaui proyeksi Bank of England (BoE) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,1% sepanjang 2026. Namun, sejumlah analis tetap memperkirakan data pertumbuhan dapat mengalami revisi ke bawah.

Ekonom Utama Inggris Deutsche Bank, Sanjay Raja, mengatakan investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut mendorong pertumbuhan pada sejumlah sektor, termasuk telekomunikasi dan layanan informasi.

"Prospek pertumbuhan Inggris semakin sulit untuk diabaikan," kata Raja.

"Rumah tangga dan dunia usaha masih terus membelanjakan uang, meskipun guncangan energi yang sedang berlangsung berdampak terhadap pendapatan yang dapat dibelanjakan," lanjutnya.

Harga energi menjadi ancaman

Perekonomian Inggris sejauh ini mampu bertahan lebih baik dari perkiraan di tengah kenaikan biaya energi yang dipicu perang Iran. Namun, ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi masih membayangi.

Harga minyak mentah Brent bahkan meningkat hingga US$110 per barel, untuk pertama kalinya sejak Mei.

Kenaikan harga energi turut mendorong pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun, bahkan beberapa dekade.

Di Inggris, imbal hasil obligasi pemerintah atau gilt tenor 10 tahun pada Kamis mencapai level tertinggi sejak 2007, mendekati 5,4%. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mencapai hampir 6%, level yang belum terlihat sejak 1998.

Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi. Ketika harga obligasi turun, imbal hasil akan meningkat, begitu pula sebaliknya.

Baca Juga: AS Perketat Sanksi Iran, Bidik Jaringan Hezbollah dan Proksi Teheran

BoE diperkirakan tahan suku bunga

Pelaku pasar memperkirakan Bank of England akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% dalam pertemuan kebijakan moneter pekan depan.

Namun, pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada November. Trader juga memperkirakan terdapat sekitar tiga kali kenaikan suku bunga tambahan hingga pertengahan 2027.

Gubernur BoE Andrew Bailey pada Selasa mengatakan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga yang tercermin di pasar menunjukkan adanya "premi risiko".

Menurut Bailey, premi risiko tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan harga energi lebih lanjut.

Bailey juga berupaya menepis anggapan bahwa kenaikan suku bunga oleh bank sentral Inggris hanya tinggal menunggu waktu.

Perkembangan ekonomi Inggris selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan konsumsi rumah tangga dan dunia usaha mempertahankan belanja, terutama ketika kenaikan harga energi mulai menekan pendapatan yang dapat dibelanjakan. Di sisi lain, investasi AI dan ketahanan sektor jasa menjadi faktor penting yang masih menopang pertumbuhan ekonomi Inggris.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×