kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Ekspansi, produsen sepatu Vans bakal beli Supreme US$ 2,1 miliar


Selasa, 10 November 2020 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Sneaker Vans


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Anna Suci Perwitasari

VFC sendiri memperkirakan, pasar streetwear saat ini menjadi lebih luas dengan peluang global sekitar US$ 50 miliar dan Supreme bereda di pusat pasar ini. Pejabat VFC menambahkan, kesepakatannya dengan Supreme akan membantu perusahaan meningkatkan bisnis e-niaga, yang kini menjadi sasaran utama konsumen dan pembuat pakaian selama masa pandemi Covid-19. 

Supreme juga sudah berkolaborasi dengan banyak nama fesyen terkemuka, termasuk Louis Vuitton serta Nike, Levi dan Vans. Selain itu 60% dari pendapatannya diakui berasal dari bisnis online. 

Adapun, rencana akuisisi ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2020. Aksi tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi setidaknya US$ 500 juta pendapatan dan laba per saham yang disesuaikan sebesar 20 sen pada tahun fiskal 2022. 

Baca Juga: Di marketplace sneakers ini, Nike Jordan paling laku, Adidas menguntit

Supreme tidak memberikan angka penjualan atau keuntungan Grup. Tetapi cabang Eropa yang berbasis di Inggris punya kewajiban untuk menerbitkan akun laporan tahunan dan berdasarkan data itu Supreme mencatat pertumbuhan yang cepat dan margin tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di industri. 

Pada akhir tahun hingga Januari 2019, bisnis Supreme di Eropa berhasil meraup laba US$ 130 juta meskipun hanya memiliki dua toko. Adapun margin keuntungan, sebelum biaya bunga sebesar 44%, angka itu dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri. Merek streetwear lain seperti Vans, Abercombie & Fitch atau merek mewah seperti Gucci bahkan tidak bisa memperoleh margin setinggi itu. 

Analis pun mulai bertanya-tanya mengenai rencana Supreme ke depan. Terutama soal harga premiumnya, lantaran produknya saat ini menjadi lebih banyak.

"Supreme adalah merek streetwear yang kuat. Meskipun merek tersebut telah membangun daya tariknya pada kelangkaan, kami yakin pasar akan bersemangat dengan profit margin dan pertumbuhan serta kontribusi terhadap VFC," kata analis Bernstein, Jaime Merriman. 

Selanjutnya: Prospek investasi sneakers di tengah pandemi corona (covid-19)




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×