kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor minyak Iran mulai tertekan sanksi Barat


Senin, 15 Oktober 2012 / 12:00 WIB
ILUSTRASI. Rumah kayu memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya sendiri.


Reporter: Dyah Megasari |

SYDNEY. Badan energi Internasional (IEA) memaparkan ekspor Iran jatuh ke level terendah baru yakni 860.000 barel per hari (bph) pada September lalu. Volume ini anjlok dari pencapaian tahun 2011 yang sebesar 2,2 juta bph.

Apa penyebabnya? Iran semakin kewalahan atas sanksi yang diberikan oleh negara Barat. Kondisi ini meningkatkan ketegangan lebih lanjut mengenai sumber keuangan negara.

Penurunan ekspor menyebabkan pendapatan negara turun tajam. Aksi protes seperti bentrokan terjadi di jalanan menyusul nilai mata uang Teheran yang menukik ke bawah. Berkurangnya pasokan pendapatan negara juga diperkirakan akan menghambat program nuklir pemerintah.

Perlu diketahui, Uni Eropa melarang negara-negara untuk mengimpor minyak dari Iran sejak 1 Juli menyusul sanksi ketat yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS). Beberapa negara juga sudah memotong kuota beli minyak tersebut.

Posisi Iran juga semakin terjepit lantaran AS dan sekutu juga membekukan dan melarang transaksi perbankan yang berhubungan dengan Iran.




TERBARU

[X]
×