kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Eksportir wiski Amerika Serikat berjuang hadapi kebijakan tarif Uni Eropa


Senin, 19 Agustus 2019 / 18:49 WIB
Eksportir wiski Amerika Serikat berjuang hadapi kebijakan tarif Uni Eropa
ILUSTRASI.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - INGGRIS. Kebijakan Eropa mengenakan tarif impor tinggi terhadap wiski Amerika Serikat (AS) berimbas pada penurunan penjualan Mountain Laurel Spirits, LCC yang mencapai 10% karena distributor Uni Eropa telah menyetop pembelian produk Dad's Hat Pennsylvania Rye Whiskey.

Industri khawatir kebijakan tarif baru yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah AS dapat mengakibatkan tarif lebih tinggi pada produk mereka di Eropa. Diketahui negara lain telah membidik wiski bourbon, perusahaan minuman khas Amerika yang terbuat dari gandum atau rye ini sebagai balasan.

"Kami beralih dari bisnis yang sedikit menguntungkan hingga mencapai titik impas," kata pemilik dan insinyur kimia Mountain Laurel, Herman Mihalich, dilansir dari Reuters, Minggu (18/8).

Eksportir wiski AS tengah berjuang untuk menutupi kerugian setelah pengiriman produk di Eropa anjlok 21% antara Juni 2018 dan 2019 menurut data Distilled Spirits Council, yang merupakan sebuah kelompok industri AS.

Baca Juga: Meski sempat menguat tajam, rupiah ditutup menguat tipis, ini penyebabnya

Pada 12 bulan sebelum pengenaan tarif, AS dapat mengekspor gandum dan bourbon sampai US$ 757 juta. Namun Juli 2019 hingga Juni 2019 ekspor turun menjadi US$ 597 juta. Produk ekspor ini berkontribusi sebagian besar terhadap industri wiski AS, yang menghasilkan pemasukan US$ 3,6 miliar pada tahun 2018.

Distilled Spirits Council mengatakan bahwa 63% dari ekspor wiski AS telah menghadapi tarif pembalasan dari Uni Eropa, Cina, Turki, Kanada dan Meksiko. Uni Eropa saat ini memungut tarif 25% untuk wiski AS.

Kantor Perwakilan Dagang AS bersiap untuk mengenakan tarif hingga 100% pada produk anggur Eropa senilai US$ 1,8 miliar sebagai respon terhadap bantuan ilegal Eropa kepada pembuat pesawat Airbus dan ini sengketa perdagangan dua negara.

"Wiski Amerika telah menjadi kerusakan tambahan," kata Chris Swonger, kepala eksekutif Dewan Distilled Spirits.

Baca Juga: CEO Apple memperingatkan Trump tentang tarif China dan persaingan dengan Samsung

Dia mendesak Washington untuk tidak memperkenalkan tarif baru karena industri khawatir Eropa akan memperkenalkan lebih banyak tarif sebagai pembalasan. Diperkirakan sebanyak 11.200 hingga 78.600 pegawai di sektor minuman, alkohol dan perhotelan dapat kehilangan pekerjaan jika konflik ini terus memburuk.

Perang tarif membatasi pertumbuhan wiski AS meskipun ada lonjakan permintaan global untuk minuman keras dan koktail tradisional. Kentucky Distillers Association mengatakan produksi bourbon Kentucky, varietas wiski AS yang populer, pada tahun 2018 ini mencapai tingkat tertinggi yaitu 1,7 juta barel sejak 1972.




TERBARU

Close [X]
×