kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Elon Musk Bakal Hadirkan Fitur Video dan Audio Call ke Twitter


Rabu, 10 Mei 2023 / 13:16 WIB
Elon Musk Bakal Hadirkan Fitur Video dan Audio Call ke Twitter
ILUSTRASI. Logo Twitter dan Elon Musk.


Sumber: The Straits Times,Bloomberg | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Elon Musk pada hari Selasa (9/5) mengonfirmasi bahwa tidak lama lagi Twitter akan mendapatkan fitur baru berupa panggilan suara dan video. 

"Segera hadir obrolan suara dan video dari genggaman Anda kepada siapa pun di platform ini (Twitter). Jadi, Anda dapat berbicara dengan orang di mana pun di dunia tanpa memberi mereka telepon Anda, tulis Musk di akun Twitter pribadinya.

Di cuitan berikutnya, Musk masih sempat menyindir layanan pesan WhatsApp yang dikelola Meta. Menurutnya, layanan tersebut tidak bisa dipercaya.

Baca Juga: Tesla Menaikkan Harga Mobil untuk Pasar China, Jepang, Kanada, dan AS

Lebih lanjut, Musk menambahkan bahwa Twitter akan mulai mengenkripsi pesan langsung di platform serta mengacak konten untuk melindungi privasi pada hari Rabu (10/5).

Layanan pesan Twitter ini diyakini akan mampu bersaing dengan berbagai layanan gratis serupa seperti Messenger, Signal, Telegram dan WhatsApp.

Sejak membeli Twitter dengan harga US$44 miliar akhir tahun lalu, Musk memang terbilang rajin memberikan perubahan pada layanan media sosial populer tersebut. Beberapa di antara sukses menimbulkan keributan di kalangan pengguna, salah satunya adalah sistem verifikasi akun berbayar.

Baca Juga: Twitter Siapkan Fitur Berbayar untuk Membaca Artikel di Twitter Mulai Mei

Secara umum, Musk memang memiliki pandangan untuk membangun aplikasi serba guna yang menggabungkan layanan pesan, pembayaran, dan lainnya.

Bulan April lalu, Twitter diketahui sudah tidak lagi menjadi perusahaan independen setelah bergabung dengan perusahaan cangkang yang baru dibentuk bernama X. Hal ini memperkuat spekulasi tentang rencana pembuatan aplikasi super oleh Musk.

Musk sepertinya berencana membuat X mirip dengan WeChat, aplikasi super milik Tencent yang digunakan untuk segala hal dan sangat populer di China. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×