kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Elon Musk: Pesaing Tesla di China Bekerja Sangat Keras dan Cerdas


Jumat, 27 Januari 2023 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Logo Tesla terlihat pada upacara peletakan batu pertama Tesla Shanghai Gigafactory di Shanghai, China 7 Januari 2019. REUTERS/Aly Song


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CEO Tesla, Elon Musk, menyadari bahwa pesaing terberat Tesla tidak datang dari Amerika Serikat atau Eropa, melainkan China. Musk bahkan memprediksi pabrikan China akan menjadi yang nomor dua setelah Tesla dalam arena persaingan mobil listrik.

"Mereka bekerja paling keras dan mereka bekerja paling cerdas. Jadi kami menduga, mungkin ada beberapa perusahaan di China yang paling mungkin menjadi yang kedua setelah Tesla," ungkap Musk melalui laporan keuangan perusahaan yang dirilis hari Rabu (25/1).

Terkait persaingan Tesla, Musk mengatakan bahwa dia menghormati perusahaan mobil di China dan menyebutnya sebagai pasar paling kompetitif di dunia.

Baca Juga: Dongkrak Penjualan, Tesla Pangkas Harga Jual di AS dan Jerman

Dilansir dari Reuters, adalah pasar terbesar kedua Tesla yang menyumbang sekitar dua pertiga dari semua penjualan kendaraan listrik secara global pada tahun 2022. China juga menjadi rumah bagi pabrik terbesar Tesla.

Meskipun demikian, Musk tidak menyebut satu pun pabrikan mobil listrik China yang berpotensi menjadi rival Tesla.

"Tim kita menang di China. Dan berpikir kami benar-benar mampu menarik talenta terbaik di China. Jadi semoga itu terus berlanjut," lanjut Musk.

Sejauh ini beberapa merek China yang cukup sukses menyaingi Tesla adalah Xpeng, Nio, dan BYD.

Baca Juga: Selangkah Lebih Dekat, China Berambisi Kuasai Pasar Otomotif Global

Musk memang cukup sering memuji pekerja dan pesaing mereka yang ada di China.

Di tahun 2021 misalnya, Musk menyebut beberapa produsen mobil listrik asal China sangat ahli dalam perangkat lunak. Ia juga memuji para pekerja Tesla di China yang menjaga produksi tetap hidup selama penguncian ketat akibat Covid-19 tahun lalu.

Tesla juga mengatakan bahwa pemotongan harga yang dilakukan baru-baru ini cukup sukses merangsang permintaan. Dijelaskan bahwa mereka memangkas biaya dengan maksud untuk tumbuh di tengah ancaman resesi tahun ini.

Pemotongan harga itu merupakan respons ataspersaingan yang meningkat dan permintaan yang melambat di China. Pemotongan harga kemudian juga dilakukan di pasar lain seperti Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×