Elon Musk Takut akan Nyawanya Setelah Ancaman Rusia

Senin, 09 Mei 2022 | 14:15 WIB Sumber: The Street
Elon Musk Takut akan Nyawanya Setelah Ancaman Rusia

ILUSTRASI. Elon Musk Takut akan Nyawanya Setelah Ancaman Rusia


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Dukungan orang terkaya dunia dan CEO Tesla Elon Musk terhadap Ukraina dalam melawan agresi Rusia telah membuat nyawanya dalam bahaya. Musk telah mendapat kritikan dari loyalis Presiden Rusia Vladimir Putin yang memanggilnya dengan nama.

Kritikan tersebut kini telah menjadi ancaman bagi kehidupan miliarder tersebut. Hal itu terlihat dari postingan Musk di akun Twitternya bahwa ia telah mendapat pesan dari Dmitry Rogozin, Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos.

"@Rogozin mengirim ini ke media Rusia," tulis Musk di Twitter pada 8 Mei seperti dikutip dari TheSreet, Senin (9/5). 

Dia kemudian memposting tangkapan layar teks dalam bahasa Rusia yang akan menjadi pesan yang dikirim ke pers Rusia oleh Rogozin.

Baca Juga: Musk Menargetkan Pendapatan Tahunan Twitter Naik Lima Kali Lipat di 2028

Menurut terjemahan yang dibuat oleh TheStreet, teks ini berisi ancaman terhadap kehidupan Musk.

"Dari kesaksian kepala staf Brigade Marinir ke-36 Angkatan Bersenjata Ukraina yang ditangkap, Kolonel Dmitry Kormyankov, dapat disimpulkan bahwa peralatan pelanggan berbasis darat dari perusahaan satelit Starlink Elon Musk dikirim ke militan Nazi. Batalyon Azov dan Marinir Angkatan Bersenjata Ukraina ke Mariupol dengan helikopter militer," tulis Rogozin.

"Menurut informasi kami, pengiriman dan pengiriman kotak PO ke Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menerima dan mentransmisikan Internet dari Starlink dilakukan oleh Pentagon."

Oleh karena itu ia menyimpulkan bahwa "Elon Musk dengan demikian terlibat dalam penyediaan pasukan fasis di Ukraina dengan komunikasi militer."

Baca Juga: Kekayaan Elon Musk Lenyap Rp 270 Triliun Dalam Sehari, Bezos dan Buffett Berapa?

Kemudian berikut ancaman pada kehidupan CEO Tesla."Dan untuk ini kamu harus menjawab dengan cara dewasa, Elon, tidak peduli bagaimana kamu membuat orang bodoh itu."

Editor: Noverius Laoli

Terbaru