kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.926   26,00   0,15%
  • IDX 6.350   9,70   0,15%
  • KOMPAS100 838   -1,18   -0,14%
  • LQ45 634   -2,57   -0,40%
  • ISSI 218   0,32   0,15%
  • IDX30 357   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 442   -1,86   -0,42%
  • IDX80 95   -0,23   -0,24%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 114   -0,60   -0,52%

Erdogan mencoba memulai peperangan di Mediterania Timur


Senin, 02 November 2020 / 10:51 WIB
ILUSTRASI. Turki mengumumkan akan memperpanjang kegiatan penelitian kapal penelitian seismik Oruc Reis di perairan. Greek Ministry of Defence/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Frantzman berpikir bahwa Turki menggunakan Navtex sebagai cara untuk menantang Yunani di laut, yang merupakan penyalahgunaan konsep Navtex.

“Turki telah melakukannya berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir, bergeser dari satu krisis ke krisis lainnya setiap saat. Sekarang Turki sedang bergerak dari menyerang Prancis dan Armenia menjadi menyerang Yunani,” katanya. 

"Itu menjadi semakin memalukan oleh gempa bumi baru-baru ini di mana Yunani dan lainnya telah menawarkan bantuan kepada Turki dan tanggapan Ankara adalah provokasi dan ancaman angkatan laut,” tambah Frantzman.

Sengketa maritim meningkat pada Agustus ketika Turki pertama kali mengirim kapal Oruc Reisnya ke perairan yang diklaim oleh Yunani dan Siprus. Ankara kemudian menarik kapal pemborannya bulan lalu untuk memberikan lebih banyak ruang untuk diplomasi menjelang pertemuan puncak 2 Oktober di Uni Eropa, di mana Siprus dan Yunani menuntut sanksi keras terhadap Turki.

Bersikeras pada haknya di wilayah Mediterania yang kaya energi, Turki mengirim kapalnya lagi pada 12 Oktober, memicu reaksi dari komunitas internasional. Hal ini memicu kekhawatiran tentang potensi konflik militer antara kedua tetangga yang memperdebatkan sejauh mana landas kontinen mereka dan klaim tentang sumber daya hidrokarbon regional.

Selanjutnya: Seorang pria selamat setelah terkubur 33 jam, korban tewas gempa Turki capai 62 orang




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×